SuaraPantura.com - Lagu mendung tanpo udan ini diciptakan oleh Kukuh Prasetya dan dipopulerkan oleh Deny Caknan dan Ndarboy Genk.
Kukuh Prasetya, pencipta lagu Mendung Tanpo Udan ini merupakan seorang alumnus ISI Yogyakarta.
Lagu Mendung Tanpo Udan mengisahkan tentang hubungan sepasang kekasih yang harus pisah karena suatu hal. Contohnya, soal perbedaan prinsip sehingga mereka harus berpisah.
Adapun lirik dan terjemahan lagu mendung tanpo udan adalah berikut,
Mendung tanpo udan
(Mendung tanpa hujan)
Ketemu lan kelangan
(Bertemu dan kehilangan)
Kabeh kui sing diarani perjalanan
(Semua itu yang dinamakan perjalanan)
Awak dewe tau duwe bayangan
(Diri kita pernah punya cita-cita)
Besok yen wes wayah omah-omahan
(Besok jika sudah waktunya berumah tangga)
Aku moco koran sarungan
(Saya membaca koran sarungan)
Kowe belonjo dasteran
(Kamu belanja pakai daster)
Nanging saiki wes dadi kenangan
(Tapi sekarang sudah menjadi kenangan)
Aku karo koe wes pisahan
(Aku dan kamu sudah pisah)
Aku kiri koe kanan, wes bedo dalan
(Saya ke kiri kamu ke kenan, sudah beda jalan)
Mlaku bebarengan
(Jalan bersamaan)
Ben dino sayang-sayangan
(Setiap hari sayang-sayangan)
Sedih lan kebahagiaan
(Sedih maupun senang)
Dilewati tahun-tahunan
(Dilalui bertahu-tahun)
Padu meneng-menengan
(Ribut Tidak tegur sapa)
Bar kui kangen-kangenan
(Setelah itu kangen-kangenan)
Kadang bedo pilihan
(Kadang beda pilihan)
Nganti pedot balikan
(Sampai putus nyambung)
Mendung tanpo udan, ketemu lan kelangan
(Mendung tanpa hujan, betremu dan kehilangan)
Kabeh kui sing diarani perjalanan
(Semua itu yang dinamakan perjalanan)
Awak dewe tau duwe bayangan
(Kita ini pernah punya cita-cita)
Besok yen wes wayah omah-omahan
(Besok jika sudah berumah tangga)
Aku moco koran sarungan
(Saya membaca koran pake sarung)
Kowe belonjo dasteran
(Kamu belanja pakai dasteran)
Nanging saiki wes dadi kenangan
(Tapi sekarang sudah menjadi kenangan)
Aku karo koe wes pisahan
(Aku dan kamu sudah pisah)
Aku kiri koe kanan, wes bedo dalan
(Saya ke kiri kamu ke kenan, sudah beda jalan)
Mlaku bebarengan
(Jalan bersamaan)
Ben dino sayang-sayangan
(Setiap hari sayang-sayangan)
Sedih lan kebahagiaan
(Sedih maupun senang)
Dilewati tahun-tahunan
(Dilalui bertahu-tahun)
Padu meneng-menengan
(Ribut Tidak tegur sapa)
Bar kui kangen-kangenan
(Setelah itu kangen-kangenan)
Kadang bedo pilihan
(Kadang beda pilihan)
Nganti pedot balikan
(Sampai putus nyambung.)
***