Suarapantura.com - Kepolisian Resor Kota Cirebon menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contra flow di Jalur Pantura Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026), setelah banjir sempat menghambat arus kendaraan dari dua arah. Genangan air akibat luapan sungai dan area persawahan membuat sebagian badan jalan terendam.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Cirebon AKP Yudha Satyo Rahardjo mengatakan arus lalu lintas kini mulai kembali terurai setelah petugas melakukan pengaturan kendaraan di lokasi banjir.
“Situasi di Pantura sudah bisa terurai baik dari kedua arah, baik dari arah Jawa Tengah menuju Kota Cirebon maupun sebaliknya,” katanya.
Ia menjelaskan, contra flow diberlakukan secara sepihak di jalur dari arah Jawa Tengah menuju Kota Cirebon karena debit air sempat cukup tinggi. Rekayasa lalu lintas dilakukan agar kendaraan tetap dapat melintas meski sebagian ruas jalan masih tergenang air.
Menurut Yudha, kondisi banjir di Jalur Pantura Pangenan kini berangsur membaik karena debit air mulai surut dibandingkan pagi hari.
“Untuk situasi banjir, debit air sudah berkurang dan sudah bisa surut. Jadi arus kendaraan sudah normal,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Pangenan Polresta Cirebon AKP Abdul Majid mengatakan banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan sungai di Desa Beringin meluap hingga merendam kawasan Rawaurip dan Bendungan.
“Ketinggian air di jalan sempat mencapai sekitar 30 cm dan sekarang sudah surut,” katanya.