Suarapantura.com - Sebanyak 68.807 relawan Agen Perlinsos kini tercatat membantu warga Jawa Tengah mengakses pendataan perlindungan sosial untuk bantuan sosial 2027. Jumlah tersebut berasal dari data Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Tengah yang disampaikan pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Agen Perlinsos berasal dari berbagai latar belakang. Di antaranya kader Dasawisma, perangkat desa, anggota Polri dan TNI, pegawai pemerintah daerah, lurah, hingga masyarakat umum. Keberagaman latar belakang ini diharapkan membuat pendataan menjangkau warga hingga ke tingkat lingkungan terdekat.
Peran utama agen adalah mendampingi warga yang kesulitan mengakses layanan digital. Warga yang tidak memiliki ponsel pintar dapat meminta bantuan agen untuk mendaftarkan diri maupun anggota keluarga. Agen juga dapat membantu tetangga, saudara, bahkan warga yang tinggal di kabupaten atau provinsi lain.
Siapa pun dapat menjadi Agen Perlinsos. Pendaftaran relawan dilakukan secara daring melalui laman resmi agent-perlinsos.kemensos.go.id. Skema ini bersifat sukarela dan menjadi wujud gotong royong dalam memastikan warga yang layak menerima bantuan tercatat dalam sistem.
Selain melalui agen, warga juga dapat melakukan pemutakhiran data secara mandiri melalui portal perlinsos.kemensos.go.id. Layanan mandiri ini membutuhkan ponsel pintar dan KTP elektronik yang sudah terhubung dengan aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Melalui portal tersebut, warga dapat memeriksa kelayakan data sekaligus mendaftarkan diri sebagai calon penerima bantuan sosial 2027.
Setiap pengajuan yang masuk akan diverifikasi dengan mencocokkan sejumlah basis data. Verifikasi itu meliputi Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga (KK), kepemilikan kendaraan, data pelanggan PLN, serta data ASN, TNI, dan Polri. Mekanisme tersebut bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran. Pemutakhiran data ini menjadi dasar penyaringan calon penerima program seperti Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Dinsos Jawa Tengah menegaskan seluruh proses pengecekan maupun pendaftaran tidak dipungut biaya. Warga diimbau tidak mempercayai pihak yang meminta pembayaran dengan dalih pengurusan data bantuan sosial.
Hingga Senin sore, 12 Oktober 2026, sebanyak 662.529 kepala keluarga (KK) telah terdaftar melalui portal Perlinsos. Jumlah itu masih jauh dari total 13.350.232 KK yang ada di Jawa Tengah. Karena itu, peran agen dinilai penting agar warga yang berhak tidak tertinggal dari pendataan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan pemutakhiran data ini membuat penyaluran bantuan sosial 2027 lebih akurat. Dengan dukungan puluhan ribu agen di lapangan, warga yang layak diharapkan dapat terdata dan diusulkan sebagai penerima bantuan.
Sumber: epurworejo.com, suarapemerintah.id