Suarapantura.com - Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Kepolisian Daerah Jawa Tengah menerima apresiasi dari Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) atas keberhasilannya mengungkap jaringan penipuan daring lintas negara bermodus pig butchering scam. Penghargaan tersebut diserahkan dalam sebuah audiensi di Markas Polda Jawa Tengah, Semarang, pada Rabu (14/10/2026).
Dalam pertemuan itu, delegasi FBI bersama Office of Overseas Prosecutorial Development, Assistance and Training (OPDAT) Kedutaan Besar Amerika Serikat bertemu Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan. Sertifikat penghargaan dari FBI diserahkan oleh Son Nguyen selaku Acting FBI Legat Attaché untuk Indonesia dan Timor-Leste kepada Kapolda Jateng dan jajaran Ditressiber Polda Jateng.
Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas penanganan perkara penipuan daring yang diduga menyasar korban di lintas negara. Kapolda Jateng menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin dan menilai kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks, terorganisasi, dan tidak mengenal batas wilayah.
Modus pig butchering scam bekerja dengan membangun hubungan emosional dan kepercayaan terhadap calon korban. Pelaku diduga menggunakan identitas palsu melalui aplikasi kencan dan media sosial, lalu mengarahkan korban untuk menanamkan dana pada platform investasi kripto fiktif yang dikendalikan jaringan pelaku. Setelah korban melakukan deposit, dana tersebut diduga dikuasai pelaku dan tidak dapat ditarik kembali.
Kasus yang diapresiasi tersebut sebelumnya telah masuk tahap penuntutan. Pada September 2026, Ditressiber Polda Jateng melimpahkan 38 tersangka beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Sukoharjo. Jaringan itu diduga beroperasi di wilayah Sukoharjo dan Surakarta, dengan total kerugian yang diperkirakan mencapai Rp41,1 miliar.
Direktur Reserse Siber Polda Jateng Kombes Pol. Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan apresiasi dari FBI menjadi motivasi bagi jajarannya untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kemampuan menangani kejahatan siber. Ia menilai kolaborasi internasional sangat penting karena kejahatan siber dapat melibatkan pelaku, korban, dan aliran dana yang berada di negara berbeda.
Dalam audiensi tersebut, FBI juga mengundang empat personel Ditressiber Polda Jateng untuk mengikuti program pelatihan yang dijadwalkan berlangsung di Bali pada November 2026. Kesempatan itu diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan personel, sekaligus memperkuat pertukaran pengalaman dalam penanganan kejahatan siber.
Polda Jateng berharap kerja sama dengan FBI dan OPDAT terus dikembangkan melalui penguatan koordinasi, pertukaran informasi, peningkatan kapasitas penyidik, serta dukungan keahlian dalam penanganan perkara siber. Masyarakat pun diimbau untuk lebih waspada terhadap penipuan di ruang digital, terutama tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat dan berasal dari kenalan baru di dunia maya.
Sumber: Bidik Kasus, OnlineKini.