Suarapantura.com - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk memperluas jaringan internet generasi kelima atau 5G di wilayah Yogyakarta, Solo, dan sekitarnya. Langkah tersebut diambil seiring meningkatnya pemakaian data internet di kawasan Jogja-Solo yang tumbuh 17 persen dalam satu tahun terakhir.
Berdasarkan data yang disampaikan perusahaan dalam acara XL Ultra 5G+ Experience Jogja-Solo di Surakarta, Kamis (15/10/2026), kenaikan pemakaian data tertinggi tercatat di Kabupaten Sleman sebesar 32 persen. Kabupaten Bantul menyusul dengan 28 persen, Kota Yogyakarta 27 persen, Kota Surakarta 17 persen, dan Kabupaten Boyolali 10 persen.
Senior Vice President Mobile Sales XLSMART area DIY-Jateng, Joseph Marthinus Gultom, mengatakan lonjakan tersebut mencerminkan semakin besarnya peran konektivitas dalam kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hiburan, perdagangan, hingga pariwisata.
Di Yogyakarta, internet banyak digunakan untuk perkuliahan hybrid, aplikasi berbasis kecerdasan buatan, kolaborasi tugas, hingga pembuatan konten digital. Wisatawan memanfaatkannya untuk mencari informasi destinasi, navigasi, transaksi digital, dan membagikan pengalaman perjalanan.
Sementara di Solo, pertumbuhan pemakaian data didorong aktivitas perdagangan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pelaku usaha batik, kerajinan, dan kuliner memakai platform digital untuk memasarkan produk, mengelola toko di lokapasar, berkomunikasi dengan pelanggan, hingga berjualan melalui siaran langsung. Kreator konten, pekerja lepas, dan pekerja jarak jauh juga mengandalkan jaringan untuk komunikasi video, pertukaran berkas, dan aplikasi berbasis komputasi awan.
Untuk menjawab kebutuhan itu, XLSMART mengembangkan jaringan 5G dengan pendekatan 5G Blanket Coverage. Direktur dan Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam, menjelaskan konsep ini dirancang agar sinyal 5G dapat diakses secara merata di lebih banyak lokasi, bukan hanya di titik-titik tertentu. Pengembangan jaringan tidak hanya memperluas cakupan, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan di kawasan pendidikan, permukiman, perdagangan, transportasi, dan destinasi wisata.
Di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, jaringan 5G XLSMART telah menjangkau 23 kota dan kabupaten, termasuk Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, dan Kota Surakarta. Total infrastruktur perusahaan di kedua provinsi itu mencapai lebih dari 40.000 base transceiver station (BTS), termasuk lebih dari 9.600 BTS 5G. Jawa Tengah memiliki sekitar 35.100 BTS dengan lebih dari 8.000 BTS 5G, sedangkan DIY memiliki lebih dari 5.100 BTS dengan lebih dari 1.300 BTS 5G.
Di Solo, penguatan jaringan mencakup kawasan Stasiun Solo Balapan, Stadion Manahan, dan Pura Mangkunegaran. Sementara di Yogyakarta, pengembangan mencakup Malioboro, Tugu Yogyakarta, Stasiun Tugu, Candi Prambanan, Jogja Expo Center (JEC), dan Stadion Kridosono.
Perluasan jaringan 5G di Jogja-Solo merupakan bagian dari ekspansi nasional XLSMART yang telah menjangkau 70 kota dan kabupaten di Indonesia. Perusahaan merencanakan pengembangan 5G Blanket Coverage di Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Kota Tegal pada November 2026. Pelanggan dapat mengakses jaringan 5G melalui merek XL, termasuk paket XL Ultra 5G+, tergantung cakupan di lokasi, kompatibilitas perangkat, dan ketentuan paket yang digunakan.
Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan pengembangan jaringan 5G merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung percepatan transformasi digital Indonesia. Menurut dia, pertumbuhan trafik internet di Jogja-Solo menunjukkan peran teknologi digital yang kian besar, dan perluasan konektivitas diharapkan membuka peluang bagi pendidikan, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Sumber: Fokus Jateng, Selular.ID