Suarapantura.com - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2026 di Kota Pekalongan memusatkan pembangunan fisik pada pengecoran jalan di Kelurahan Pringrejo, Kecamatan Pekalongan Barat. Ruas jalan tersebut selama ini kerap tergenang air hujan dan banjir rob, sehingga mengganggu mobilitas serta aktivitas harian warga.
Kegiatan lintas sektor yang melibatkan Kodim 0710/Pekalongan, Pemerintah Kota Pekalongan, dan masyarakat ini dibuka di Lapangan Bumirejo, Kota Pekalongan, pada Selasa (13/10/2026). Pengecoran menyasar badan jalan sepanjang 193,75 meter dengan lebar 3 meter. Pengerjaan tersebut diharapkan memulihkan kelancaran lalu lintas lingkungan dan mendukung aktivitas ekonomi warga Pringrejo.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menyampaikan bahwa jalan di Pringrejo kerap tergenang ketika hujan maupun rob dan kondisinya belum tersambung secara menyeluruh. Menurutnya, perbaikan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan dan ketersediaan anggaran, agar tetap memberi solusi nyata bagi keluhan warga yang sudah berlangsung lama.
Komandan Kodim 0710/Pekalongan, Letkol Inf M. Nurul Chabibi, menjelaskan bahwa TMMD Sengkuyung Tahap IV berlangsung mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026. Program ini mendapat dukungan anggaran sebesar Rp321.364.000, yang terdiri atas Rp285.364.000 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah dan Rp36.000.000 dari APBD Kota Pekalongan.
Selain pembangunan fisik, satgas TMMD juga menggelar berbagai penyuluhan nonfisik bagi masyarakat. Materinya meliputi wawasan kebangsaan, pencegahan penyalahgunaan narkoba, penanganan anak tidak sekolah, layanan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), pengelolaan sampah, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir. Penyuluhan kesehatan mencakup pencegahan penyakit tuberkulosis (TBC), kusta, dan HIV, ditambah administrasi PKK.
Pemerintah Kota Pekalongan dan Kodim 0710/Pekalongan mengajak unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, dan warga untuk terlibat dalam pelaksanaan program. Gotong royong dinilai menjadi kunci agar hasil pembangunan dapat dijaga bersama, sekaligus memperkuat kerja sama antara TNI dan masyarakat dalam menangani kebutuhan lingkungan di wilayah pesisir. Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah daerah berharap manfaat program tidak hanya dirasakan melalui perbaikan jalan, tetapi juga melalui peningkatan pengetahuan dan kepedulian warga terhadap lingkungannya.
Sumber: Radar Pekalongan ID dan MCI News.