Suarapantura.com - Persis Solo mengumumkan perombakan di jajaran kepelatihan pada Jumat (16/10/2026). Klub berjuluk Laskar Sambernyawa itu resmi menunjuk Mario Lemos sebagai Sporting Advisor, sekaligus mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Ricky Nelson.
Dalam pengumuman resminya, Persis menjelaskan bahwa Lemos ditunjuk sebagai penasihat klub untuk memperbaiki performa tim, baik dari sisi teknis maupun pengembangan strategi permainan. Kehadirannya juga diharapkan memberi masukan serta evaluasi untuk mendukung perjalanan Persis pada musim 2026/2027.
Lemos bukan sosok asing di sepak bola Indonesia. Pelatih asal Portugal berusia 40 tahun itu sebelumnya menangani Persijap Jepara di Super League musim ini. Ia ditunjuk Persijap pada 15 September 2026, namun kerja sama itu berakhir pada 15 Oktober 2026 setelah rentetan hasil buruk, termasuk kekalahan 1-6 dari Bali United.
Di Persis, Lemos menyambut tantangan barunya dengan antusias. Ia menyebut Persis sebagai klub besar dengan basis suporter yang solid dan berharap bisa membantu tim kembali ke tempat yang seharusnya, yakni kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
"Saya sangat senang, sangat senang dan sangat antusias. Ini adalah tantangan baru dalam karir saya, datang ke klub yang sangat besar, dengan banyak pendukung fanatik," ujar Lemos dalam keterangan resmi klub.
Meski target promosi tetap penting, Lemos menegaskan Persis harus fokus menjalani kompetisi selangkah demi selangkah. Menurutnya, tim perlu memperbaiki performa setiap hari dan tidak hanya terpaku pada target akhir di Pegadaian Championship.
"Tentu saja, kita semua tahu Persis Solo adalah klub Liga 1. Tapi saya pikir kadang-kadang ketika kita terlalu fokus pada promosi, hal-hal yang terjadi tidak terjadi. Itu sangat penting, kita harus melakukannya game-by-game," jelasnya.
Sementara itu, Persis juga mengumumkan bahwa Ricky Nelson resmi didepak dari kursi pelatih kepala. Keputusan itu diambil setelah Persis gagal meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir di Championship 2026/2027, yakni ditahan imbang Persipura 1-1, bermain imbang tanpa gol dengan De Red FC, dan kalah 0-2 dari Kendal Tornado FC.
Untuk mengisi kekosongan tersebut, manajemen menunjuk Nurcholis Majid sebagai caretaker. Ia akan memimpin tim untuk sementara hingga manajemen menentukan langkah selanjutnya terkait posisi pelatih kepala.
Perombakan ini menjadi momentum bagi Persis untuk bangkit dan memperbaiki konsistensi permainan. Dukungan suporter diharapkan terus mengalir agar Laskar Sambernyawa bisa kembali bersaing di papan atas dan mewujudkan target kembali ke Super League.
Sumber: Persis Solo, Bolasport