Suarapantura.com - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal di Jawa Tengah kembali menarik investasi asing. PT Landstar Garment Indonesia, perusahaan garmen asal China, resmi mengoperasikan pabrik pertamanya di Indonesia di Kawasan Industri Kendal (KIK), Kamis (22/10/2026).
Perusahaan tersebut merencanakan investasi bertahap senilai Rp203 miliar yang ditargetkan terealisasi penuh pada 2028. Dari nilai itu, sebesar Rp103 miliar telah direalisasikan sejak 2024, seiring persiapan dan pembangunan fasilitas produksinya di Kendal.
Pada tahap awal operasional, pabrik ini menargetkan kapasitas produksi 500.000 potong pakaian per tahun. Kapasitas tersebut direncanakan meningkat menjadi satu juta potong per tahun mulai 2027, seiring pengembangan kegiatan produksi dan penambahan kebutuhan pasar.
Jenis pakaian yang diproduksi mencakup kemeja, blus, celana, rok, jaket, blazer, hingga berbagai pakaian luar lainnya. Sekitar 95 persen hasil produksi dialokasikan untuk pasar Jepang, sedangkan sisanya ditujukan untuk pasar China, sehingga orientasi ekspor menjadi ciri utama kegiatan usaha perusahaan ini.
Kehadiran pabrik tersebut juga diproyeksikan membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Perusahaan menargetkan penyerapan sekitar 800 tenaga kerja lokal secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan, sejalan dengan peningkatan kapasitas produksinya.
Komisaris PT Landstar Garment Indonesia, Zou Hao, menyebut Kendal sebagai langkah penting dalam ekspansi perusahaan di Asia Tenggara. Ia berharap fasilitas di Kendal dapat mendukung pengembangan usaha secara bertahap sekaligus menghasilkan produk garmen berkualitas untuk pasar internasional.
Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, mengapresiasi keputusan perusahaan yang mempercayakan Kendal sebagai lokasi pabrik pertamanya di Indonesia. Menurutnya, kehadiran Landstar semakin memperkuat posisi Kendal sebagai pusat manufaktur berorientasi ekspor.
Juliani juga berharap investasi itu memberi manfaat nyata bagi masyarakat, antara lain melalui penyerapan tenaga kerja lokal, terbukanya peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar kawasan, serta kontribusi terhadap peningkatan ekspor produk manufaktur Indonesia.
KEK Kendal dikembangkan oleh PT Jababeka Tbk bersama Sembcorp Development Singapura. Kawasan seluas 2.200 hektare ini mulai beroperasi pada 2016 dan resmi ditetapkan sebagai KEK pada 2019. Hingga triwulan II 2026, kawasan ini tercatat membukukan komitmen investasi Rp202,06 triliun dengan 143 pelaku usaha yang telah bergabung.
Dengan masuknya Landstar, Kendal kian menegaskan perannya sebagai salah satu destinasi investasi manufaktur di Jawa Tengah. Pengelola kawasan pun menyatakan komitmennya menyediakan infrastruktur dan layanan pendukung agar kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan dan berkembang secara berkelanjutan.
Sumber: Industry.co.id, Wawasannews, dan Indonesian Police News.