Suarapantura.com - Tim softball putra Kota Semarang berhasil mempertahankan medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Kepastian itu didapat setelah mereka menundukkan Surakarta dengan skor 11-4 pada partai final yang digelar di Lapangan Softball Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jumat (30/10/2026).
Kemenangan tersebut membuat Semarang kembali berdiri di podium tertinggi cabang softball putra. Surakarta harus puas dengan medali perak, sementara Boyolali membawa pulang medali perunggu dari ajang olahraga antarkabupaten dan kota se-Jawa Tengah tersebut.
Pelatih softball putra Kota Semarang, Prabandaru, mengakui laga final tidak berjalan mudah sejak awal. Tekanan pertandingan perebutan medali emas sempat membuat permainan anak asuhnya belum berkembang pada inning pertama.
“Sejak inning pertama pertandingan berjalan ketat. Sepertinya anak-anak masih merasakan tekanan karena ini grand final,” ujar Prabandaru seusai pertandingan.
Perubahan mulai terlihat setelah para pemain mampu mengendalikan tekanan. Pada inning ketiga, keempat, dan kelima, Semarang mencetak sejumlah poin yang akhirnya membuka jalan menuju kemenangan 11-4 atas Surakarta.
Prabandaru juga mengapresiasi daya juang para pemainnya. Ia menyebut salah satu pemain tetap tampil maksimal meski mengalami kendala cedera pada pergelangan kaki, baik saat memukul, berlari, maupun melempar bola.
Menurut dia, hasil di final ini menunjukkan kesiapan mental dan kekompakan tim sama pentingnya dengan kemampuan teknik. Para atlet dituntut menjaga konsentrasi ketika menghadapi tekanan lawan dalam pertandingan penentuan.
Ke depan, Prabandaru berharap para pemain yang tampil baik selama Porprov mendapat kesempatan berkembang lebih jauh, termasuk memperkuat tim Jawa Tengah pada kompetisi tingkat yang lebih tinggi. Pembinaan berkelanjutan dinilai penting agar kemampuan mereka tidak berhenti setelah Porprov berakhir.
Ketua softball Kota Semarang, Agus Sugiyanto, mengatakan medali emas ini merupakan buah dari persiapan panjang. Sebelum berlaga di Porprov, tim menjalani sejumlah pertandingan uji coba ke luar daerah, antara lain menghadapi tim dari Cirebon, Yogyakarta, dan Bandung.
Pengalaman bertanding tersebut dimanfaatkan untuk mengukur kemampuan sekaligus mematangkan strategi sebelum bersaing di tingkat provinsi. Target mempertahankan emas yang dipasang sejak awal pun akhirnya tercapai.
Agus memperkirakan ada empat hingga lima atlet yang berpotensi masuk proyeksi persiapan menuju Prapon. Potensi itu akan menjadi bahan evaluasi setelah Porprov usai.
Di sisi lain, tim softball putri Kota Semarang juga dibidik meraih emas. Pada penyelenggaraan sebelumnya, tim putri Semarang meraih medali perak, sehingga target pada Porprov kali ini dipasang lebih tinggi dengan persiapan dan evaluasi yang lebih matang.
Sumber: Santrindalan.id dan Espos.id