Suarapantura.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang memprakirakan hujan ringan hingga sedang mengguyur sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Minggu, 1 November 2026. Prakiraan tersebut berlaku mulai pukul 07.00 hingga 19.00 WIB, dengan waktu turunnya hujan yang berbeda-beda di setiap daerah.
Pada pagi hari, sebagian besar wilayah Jawa Tengah diperkirakan berawan. Potensi hujan ringan pada pagi hari terutama terdapat di kawasan Pantura bagian timur. Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan sampai sedang diperkirakan mulai tersebar ke sejumlah daerah, dengan wilayah pegunungan menjadi kawasan yang lebih dahulu berpotensi diguyur hujan.
Prakirawan Cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang, Agus Triyono, menyampaikan peringatan agar masyarakat mewaspadai potensi dampak dari kondisi cuaca tersebut. Ia secara khusus mengingatkan adanya potensi bencana hidrometeorologi, seperti genangan, banjir, dan longsor, di tengah musim peralihan ini.
Berdasarkan prakiraan BMKG, suhu udara di Jawa Tengah pada hari ini berkisar antara 16 hingga 34 derajat Celsius, sementara kelembapan udara diperkirakan berada pada rentang 45 hingga 95 persen. Sejumlah daerah diperkirakan mengalami suhu maksimum hingga 34 derajat Celsius, meliputi Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Pemalang, Brebes, Solo, Semarang, Pekalongan, dan Tegal.
Untuk intensitasnya, BMKG membagi wilayah Jawa Tengah ke dalam dua kelompok. Hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Purwokerto, Purbalingga, Wonosobo, Boyolali, Grobogan, Blora, Ungaran, dan Temanggung. Sementara itu, hujan ringan diprakirakan mengguyur wilayah lainnya, mulai dari Cilacap, Banjarnegara, Purworejo, dan Kebumen di selatan, hingga Kudus, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Magelang, Salatiga, Solo, Semarang, Pekalongan, dan Tegal.
Masyarakat diimbau untuk memperhatikan perkembangan informasi cuaca dari BMKG, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hingga malam hari. Warga yang tinggal di daerah rawan genangan dan lereng perbukitan diminta meningkatkan kewaspadaan, mengingat hujan dapat turun dengan intensitas berbeda di setiap wilayah. Prakiraan cuaca dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika atmosfer setempat.
Sumber: BSI News dan Media Kompeten, mengutip Detikcom dan keterangan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang.