Suarapantura.com - Kebakaran melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Degayu di Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, pada Minggu (1/11/2026) siang. Kepulan asap hitam pekat sempat membubung tinggi dan terlihat dari kejauhan, sementara petugas gabungan bergerak cepat agar api tidak meluas di tengah gunungan sampah yang kering.
Warga sekitar pertama kali mengetahui kebakaran itu sekitar pukul 11.00 WIB. Rohmad (46), warga Degayu, mengatakan suasana mulai ramai ketika api diketahui membakar tumpukan sampah, dan jumlah petugas yang datang bertambah menjelang tengah hari. Laporan lain menyebut api terlihat sekitar pukul 12.35 WIB di kawasan Jalan Labuhan.
Camat Pekalongan Utara, Mohamad Ainur Rofiq, mengatakan pemadaman dilakukan petugas pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta sejumlah relawan. Menurut dia, api utama sebenarnya sudah berhasil dikendalikan, tetapi penanganan belum sepenuhnya selesai karena masih ada titik api yang harus ditangani.
Kendala terbesar petugas adalah medan tumpukan sampah itu sendiri. Struktur timbunan membuat alat pemadam sulit menjangkau sumber api yang berada di bagian bawah. Akibatnya, api yang tampak padam di permukaan masih menyimpan panas di bawahnya dan berpotensi menyala kembali.
Hal itu terbukti dari pemantauan di lokasi hingga pukul 14.50 WIB, ketika api kembali muncul di beberapa titik yang sebelumnya sempat padam, terutama di bagian selatan dan timur kawasan TPA Degayu. Petugas pun masih melakukan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Dalam penanganan di lapangan, kepolisian turut mengerahkan kendaraan water cannon untuk membantu penyemprotan air bertekanan tinggi ke titik-titik api yang sulit dijangkau di tengah tumpukan sampah. Mobil pemadam kebakaran dan tim siaga juga dikerahkan ke lokasi.
Hingga berita ini disusun, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Pihak Kecamatan Pekalongan Utara menyatakan belum memperoleh informasi pasti mengenai awal munculnya api dan akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menelusurinya. Luas area yang terdampak pun belum dihitung karena petugas masih memprioritaskan penanganan kebakaran.
Ainur Rofiq menyebut kebakaran ini merupakan kejadian pertama di TPA Degayu selama dirinya bertugas di wilayah Pekalongan Utara. Warga di sekitar lokasi diimbau tetap berhati-hati terhadap asap kebakaran, sementara petugas diminta terus memantau titik panas agar api benar-benar padam.
Sumber: detikJateng dan alnet.web.id.