Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

31 Ribu Liter Jelantah Terkumpul, Pemprov Jateng Raih Rekor MURI

M teguh•
Jateng Pantura

Foto: KabarJateng.id

Suarapantura.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatatkan prestasi nasional di bidang pengelolaan limbah rumah tangga. Gerakan pengumpulan minyak goreng bekas yang melibatkan puluhan ribu pegawai pemerintah daerah itu berbuah penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Sebanyak 31.032,44 liter minyak jelantah berhasil dihimpun dalam gerakan tersebut. Jumlah itu dikumpulkan oleh 60.680 aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai badan usaha milik daerah (BUMD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Nilai ekonomi dari minyak bekas yang terkumpul ditaksir mencapai Rp217.227.000.

Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan PT Biosirkular Inovasi Indonesia dan PT Gapura Mas Lestari. Kolaborasi tersebut menjadi penopang pengumpulan dari tingkat provinsi hingga ke daerah, sehingga partisipasi pegawai bisa terhimpun dalam jumlah besar.

Piagam penghargaan MURI diserahkan oleh Senior Representative MURI Wilayah Semarang dan Jawa Tengah, Ari Andriani, kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Penyerahan berlangsung di Gedung Grhadika Bhakti Praja, Semarang, pada Senin, 2 November 2026, dalam Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah Tahun 2026. Taj Yasin menerima penghargaan itu mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Jepara Borong Tiga Penghargaan Posyandu Tingkat Jawa Tengah 2026
Baca Juga · Jateng Pantura
Jepara Borong Tiga Penghargaan Posyandu Tingkat Jawa Tengah 2026

Menurut Taj Yasin, gerakan ini tidak hanya soal lingkungan atau sampah. Ia menekankan sisi kesehatan, karena masyarakat perlu diedukasi agar tidak terus-menerus memakai minyak goreng yang sudah berulang kali digunakan. "Program jelantah ini tidak hanya berbicara tentang lingkungan atau sampah, tetapi juga kesehatan. Bagaimana masyarakat kita tidak mengonsumsi minyak yang sudah berkali-kali digunakan sehingga lebih sehat," ujarnya.

Ketua Pembina Posyandu Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menjelaskan gerakan tersebut telah menjangkau seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Untuk memperluas jangkauan ke masyarakat umum, pengelola menyiapkan inovasi berupa mesin ATM biodrop. Melalui mesin itu, warga dapat menyetorkan minyak goreng bekas dan menerima imbalan uang yang langsung ditransfer ke rekening masing-masing.

Inovasi tersebut diharapkan membuat pengelolaan limbah dapur menjadi lebih mudah dan bernilai. Minyak yang selama ini berpotensi dibuang sembarangan atau dipakai berulang kali dapat dikelola secara lebih bertanggung jawab, sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi warga yang menyetorkannya.

Gudang Mebel di Bawu Batealit Jepara Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp16 Miliar
Baca Juga · Jateng Pantura
Gudang Mebel di Bawu Batealit Jepara Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp16 Miliar

Dalam rapat koordinasi yang sama, Pemprov Jawa Tengah juga meluncurkan Program Pandu Tangguh atau Perluasan Adaptif Posyandu 6 SPM Plus IKD. Program ini dirancang untuk memperkuat kemampuan kader Posyandu dalam mendampingi kelompok masyarakat rentan agar lebih mudah mengakses layanan dan perlindungan sosial melalui aplikasi Perlinsos.

Kader Posyandu dari 35 kabupaten/kota akan mendapat pembekalan untuk mengoperasikan aplikasi tersebut. Mereka diharapkan dapat membantu warga yang menghadapi kendala pendataan kesejahteraan sosial, termasuk ketidaksesuaian kategori desil maupun pengajuan sanggahan terkait penerimaan bantuan sosial.

Penguatan layanan Posyandu juga diarahkan pada kesehatan mental melalui kerja sama dengan Universitas Diponegoro, khususnya bidang psikologi. Kerja sama itu membuka peluang keterlibatan mahasiswa lewat kuliah kerja nyata tematik dan penelitian yang berkaitan dengan kesehatan mental masyarakat. Dalam kesempatan itu, Nawal menyebut jumlah Posyandu yang telah terdata di Jawa Tengah melampaui 20.000 unit.

Pemprov Jateng Perkuat Dukungan Pesantren hingga Beasiswa Santri
Baca Juga · Jateng Pantura
Pemprov Jateng Perkuat Dukungan Pesantren hingga Beasiswa Santri

Dengan capaian rekor MURI ini, Pemprov Jawa Tengah berharap gerakan pengumpulan jelantah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Gerakan tersebut diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan baru masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga secara lebih sehat dan berkelanjutan.

Sumber: KabarJateng.id, Orbit News.

Tags:
#jawa tengah#pemprov jateng#rekor muri#minyak jelantah#posyandu
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…