Suarapantura.com - Kebakaran hebat melanda sebuah gudang mebel di Desa Bawu, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, pada Minggu (1/11/2026). Api melalap bangunan yang digunakan untuk produksi dan penyimpanan furnitur itu hingga kerugian material ditaksir mencapai Rp16 miliar.
Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Jepara, petugas menerima laporan kejadian pada pukul 10.54 WIB. Armada pemadam langsung bergerak ke lokasi dan tiba sekitar pukul 11.04 WIB, atau sepuluh menit setelah laporan diterima.
Besarnya objek yang terbakar membuat proses pemadaman membutuhkan banyak armada. Sedikitnya tiga unit dari Pos Mako, satu unit dari Pos Kalinyamatan, dan satu unit dari Pos Bangsri diterjunkan ke lokasi. Tiga unit dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta bantuan armada dari Els Artsindo, Kota Jati, dan CV Mandiri turut membantu penanganan.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api dan menyelesaikan proses pemadaman pada pukul 15.15 WIB. Gudang yang terbakar diketahui memiliki luas area sekitar 70 x 30 meter persegi.
Dalam laporan resmi Damkarmat Jepara, taksiran kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai kurang lebih Rp16.000.000.000 atau Rp16 miliar. Beruntung, peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa. Hingga pemadaman dinyatakan selesai, petugas memastikan kondisi di lokasi sudah berhasil diatasi.
Sementara itu, sumber api hingga kini masih dalam penyelidikan. Penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan oleh petugas. Peristiwa ini menjadi perhatian karena Jepara dikenal sebagai salah satu sentra industri mebel dan furnitur, dengan aktivitas produksi serta penyimpanan barang berbahan mudah terbakar.
Laporan BeritaSatu yang mengabarkan peristiwa yang sama menyebutkan kobaran api dan asap hitam membumbung dari gudang yang terbakar pada Minggu siang itu. Api dilaporkan melahap seluruh area gudang produksi serta bagian belakang rumah warga di sekitar lokasi, sehingga upaya pemadaman harus dilakukan dengan pengerahan armada dalam jumlah besar.
Petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab munculnya api sekaligus memastikan rangkaian kejadian kebakaran tersebut. Warga dan pelaku usaha di kawasan industri mebel diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan yang menyimpan bahan kayu dan material mudah terbakar lainnya.
Sumber: Metro8 News, Joglo Jateng, BeritaSatu.