SuaraPantura.com - Sekelompok pemuda di Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal yang tergabung dalam Relawan Bolone Mas Gibran Bahari Tegal menyelenggarakan syukuran atas putusan MK yang mengabulkan gugatan mahasiswa Unsa, bernama Almas Tsaqibbirru.
Almas menggugat norma dalam Pasal 169 huruf q Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang membatasi syarat batas umur Capres/Cawapres berusia paling rendah 40 tahun.
MK pun mengabulkan permohonan gugatan mahasiswa tersebut sebagian dengan amar putusan sebagai berikut :
Mengadili
1. Mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian
2. Menyatakan Pasal 169 huruf q Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6109) yang menyatakan "berusia paling rendah 40 (empat puluh) tahun" bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, sepanjang tidak dimaknai "berusia paling rendah 40 (empat puluh) tahun atau pernah/sedang menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilihan umum termasuk pemilihan kepala daerah".
Sehingga Pasal 169 huruf q Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum selengkapnya berbunyi "berusia paling rendah 40 (empat puluh) tahun atau pernah/sedang menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilihan umum termasuk pemilihan kepala daerah"
3. Memerintahkan pemuatan putusan ini dalam Berita Negara Republik Indonesia sebagaimana mestinya.
Atas dikabulkannya gugatan tersebut, para pemuda di Kecamatan Jatinegara pun menyelenggarakan syukuran dan doa bersama pada Selasa malam, 17 Oktober 2023.
"Kami bersyukur dengan putusan MK ini, kini pemuda diberikan ruang untuk turut memimpin Bangsa," ungkap Trisna, Koordinator Pemuda Relawan Bolone Mas Gibran Bahari Kecamatan Jatinegara.
Ketua Relawan Bolone Mas Gibran Bahari Tegal, Hasan Basri menyebutkan bahwa semangat muda akan menjadi warna baru kepemimpinan Indonesia.
"Akan ada semangat dan warna baru dalam kepemimpinan Bangsa Indonesia di masa depan, Bismillah..," ungkapnya.***