SuaraPantura.com – Ikatan Keluarga Alumni Institut Dakwah Masjid Syuhada dan Sekolah Tinggi Agama Islam Masjid Syuhada (IKA IDMS STAIMS) Yogyakarta sukses menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) VIII tahun 2025, dengan mengusung tema "Transformasi & Inovasi: Menuju STAIMS Yogyakarta yang Lebih Maju dan Berkualitas melalui Peran Alumni."
Acara yang berlangsung di Yogyakarta tersebut dihadiri lebih dari 120 peserta dan tamu undangan, termasuk alumni dari luar Pulau Jawa seperti Sumatera. Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi peserta, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan serta hymne STAIMS, dan sambutan dari Ketua STAIMS, perwakilan yayasan, serta panitia.
Musyawarah Nasional dilanjutkan dengan sidang pleno dan komisi, yang diawali dengan pembacaan serta pengesahan tata tertib sidang. Salah satu hasil penting dalam sidang tersebut adalah pembentukan kelompok kerja (pokja) untuk membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), yang terdiri dari lima anggota: Permana Octofrezi, Isnanita Novi, Ahmad Bustomi Sumbara, Rifai Abubakar, dan Unik Salsabila.
Selain itu, forum juga menyepakati sejumlah program kerja strategis untuk mendukung kemajuan STAIMS, antara lain 1) Workshop Dakwah Digital, 2) Program Klinik Skripsi (kerja sama intensif STAIMS dan alumni), 3) Pengadaan Laboratorium Microteaching sesuai standar (Donasi & Dukungan Akademik), 4) Pelibatan alumni dalam acara PBAK/seminar melalui program Alumni Inspiration
Dalam sidang pleno juga ditetapkan susunan pengurus IKA IDMS-STAIMS periode mendatang. Rifai Abubakar dipercaya sebagai Ketua Majelis Kehormatan, sementara Yani Fathu Rahman ditunjuk sebagai Ketua Umum DPP. Adapun formatur terdiri dari Isnanita dan Agus Sutrisno.
Setelah seluruh rangkaian musyawarah rampung, acara dilanjutkan dengan Reuni Akbar bertema "Selayang Kenangan Alumni". Momen temu kangen ini diwarnai dengan pemutaran video dokumentasi alumni dari berbagai angkatan serta sesi Sharing to Caring bersama narasumber inspiratif.
Dalam sesi pertama, Supadmi menegaskan pentingnya transformasi dalam merespons perkembangan zaman. Ia menyebut bahwa alumni perlu memahami strategi pengembangan lembaga pendidikan dengan memperhatikan tiga aspek utama: company, customer, dan competitor, serta tetap menjunjung tinggi keikhlasan sebagai nilai dasar perjuangan.
Sesi kedua diisi oleh Yani Fathu Rahman yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Sleman. Ia menekankan bahwa keterlibatan alumni dalam ranah politik harus didasarkan pada nilai keislaman dan keikhlasan, agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan kampus.
Acara ditutup dengan doa, syiar, serta penyerahan kenangan dan dokumentasi. Munas VIII IKA IDMS-STAIMS 2025 menandai langkah strategis dalam mempererat sinergi antaralumni serta memperkuat peran mereka dalam mendorong STAIMS Yogyakarta menjadi kampus yang lebih inovatif dan berkualitas.***