Suarapantura.com - Kasus Korupsi di Kabupaten Pemalang terus dilakukan pengembangan.
Kali ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) terhadap tersangka baru.
Penetapan tersangka tersebut merupakan satu rangkaian dugaan kasus jual beli jabatan (JBJ) yang membelit Bupati Pemalang Nonaktif MAW, Sabtu 25 Februari 2023.
Sprindik tersebut yang ditunjukan kepada beberapa tersangka baru, dalam kop surat tersebut berlogo lembaga antirasuah ini terbit pada tanggal 20 Februari 2023.
Secara lengkap nomenklatur Surat Perintah Penyidikan Nomor Sprin.Dik/26/DIK.00/01/02/2023.
Berdasarkan sprindik tersebut pemanggilan dengan status hukum sebagai tersangka yang akan dilakukan di kantor KPK, Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan yang dipimpin Herbin GWJ Sianipar. Senin 27 Februari 2023.
Sebagai informasi, adapun Sprindik dalam fakta persidangan tersangka Bupati Pemalang non aktif MAW, terungkap sebanyak 7 pejabat Pemkab Pemalang turut memberikan suap. Ketujuh orang tersebut diantaranya:
1. MA, total suap 100 juta Rupiah;
2. R, total suap 50 Juta Rupiah;
3. SHM, total suap 100 Juta Rupiah;
4. SI, total suap 100 Juta Rupiah;
5. BH, total suap 100 Juta Rupiah;
6. MR, total suap 100 Juta Rupiah;
7. AR, total suap 100 Juta Rupiah.
Terpisah, Plt Bupati Pemalang Mansur Hidayat, saat di konfirmasi oleh beberapa awak media mengaku belum mengetahui perihal pemanggilan terhadap sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Pemalang
“Saya belum mendapatkan laporan ataupun surat resmi dari KPK. Berkaitan dengan pemanggilan sejumlah pejabat yang menjadi tersangka baru KPK", ujarnya.
Namun demikian, dirinya mengakui adanya kabar yang sangat santer mengenai beberapa pejabat sedang berurusan dengan lembaga anti rasuah.
“Memang kabar tersebut, sangat santer. Yakni, ada tujuh orang pejabat yang berurusan dengan KPK, mudah-mudahan cepat selesai", ucapnya.*** (Abimanyu)