SuaraPantura.com - Akibat jengah dengan jalan rusak di wilayahnya, warga Desa Kejene Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang melakukan aksi protes dengan cara tanam pohon pisang di jalan rusak.
Kegiatan protes tersebut dilakukan di salah satu ruas jalan desa di RW 03 Desa Kejene Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang
Salah satu warga yang mengikuti aksi protes tersebut, Abdul Rohim menjelaskan bahwa jalan tersebut sudah hampir belasan tahun tidak tersentuh pembangunan.
Bahkan saat datangnya musim penghujan jalanan tersebut menjadi sangat licin dan membahayakan.
"Sudah belasan tahun ngga ada perbaikan disini, padahal kondisinya membahayakan apalagi saat datang musim penghujan," ungkap Rohim kepada redaksi, Jumat 10 Maret 2023.
Rohim menjelaskan, tidak jarang warga yang melintas sering terpeleset, terutama ibu-ibu yang menggunakan sepeda motor.
"Iya sering ada yang terpeleset mas," tambah Rohim.
Warga lain, Lukman Sahri menjelaskan bahwa aksi itu sebagai bentuk protes pembangunan karena selama ini di wilayah tersebut seperti tak tersentuh pembangunan.
"Ya sebagai bentuk protes karena selama ini wilayah tersebut sudah lama tak tersentuh pembangunan," ungkapnya.
Karena sudah cukup membahayakan, warga Desa di lingkungan tersebut berinisiatif melakukan gotong royong sendiri dengan melakukan pengurugan dan pemerataan jalan dengan bahan bekas bongkaran masjid.
"Nunggu pemerintah lama padahal sudah cukup membahayakan, warga akhirnya gotong royong sendiri cari bahan bekas bongkaran buat urug," ungkapnya.
Meskipun tidak memberikan solusi berkelanjutan, namun inisiatif pengurugan dengan bahan bekas bongkaran bangunan ini menurutnya dilakukan untuk mengantisipasi licin saat datang hujan.
"Solusi sementara saja ini, yang penting biar ngga licin, sambil menunggu kesadaran pemerintah," tegas Lukman.
***