SuaraPantura.com - Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap fakta mengejutkan dari kecelakaan bus di Guci Tegal.
Pasalnya, informasi yang sebelumnya beredar tentang ada anak yang melepaskan Hand Rem di dalam bus ternyata tidak benar.
Hand Rem atau rem tangan bus tersebut masih berfungsi dan masih dalam posisi mengerem saat bus dievakuasi.
Seorang investigator KNKT mengungkap fokus utama dalam pemeriksaan tersebut adalah terkait rem tangan.
Namun Dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan bahwa rem tangan dalam kondisi mengunci. Bahkan saat bangkai bus dievakuasi, ban bagian belakang tidak berputar karena mengunci. Sehingga disimpulkan bahwa rem tangan masih bekerja.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kecelakaan bus pariwisata di Guci Tegal yang terjadi pada Minggu pagi, 7 Mei 2023 memunculkan keprihatinan yang mendalam.
Bupati Tegal,Umi Azizah pun segera turun tangan dan menyiapkan fasilitas homestay di rumah dinasnya bagi keluarga penunggu pasien luka berat dari Kota Tangsel yang tengah menjalani perawatan di RSUD dr Soeselo.
Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie juga ikut datang ke Tegal guna menjemput para korban ke daerah asalnya pada Minggu malam.
Pemkot Tangerang Selatan mengerahkan 25 unit armada ambulan untuk memindahkan perawatan pasien luka ringan dari Slawi ke Tangerang, termasuk di dalamnya 1 unit mobil jenazah dan 2 unit mobil ambulan yang telah diberangkatkan Minggu petang tadi.
Kecelakaan bus pariwisata di Guci Tegal mengakibatkan 1 warga Tangerang Selatan meninggal dunia. Sementara 26 lainnya mengalami luka ringan/sedang, 3 orang mengalami luka berat, dan 7 orang rawat jalan.
***