SuaraPantura.com - Rekrutmen calon sekretaris daerah (Sekda) sudah sampai pada tahapan 3 besar namun sayang tidak bisa dilanjutkan ketahap pelantikan sekda definitif.
Harapan Kabupaten Pemalang untuk mempunyai sekretaris daerah (sekda) yang definitif pun akhirnya pupus setelah KASN merekomendasikan untuk di ulang kembali.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pemalang, Tatang Kirana, pun mempertanyakan kinerja dari panitia seleksi (pansel) jabatan sekda selama rekrutmen.
"Pansel ini gimana, apa tidak memperhatikan kriteria atau rambu-rambu dari KASN sehingga jadi seperti ini (pembatalan). Padahal, pansel diisi oleh orang-orang yang ahli dan profesional dibidangnya masinh-masing," ujarnya.
Dirinya menyayangkan serta menilai dengan kondisi seperti ini, maka yang dirugikan adalah Kabupaten Pemalang itu sendiri mengingat sudah banyak memakan waktu dan tenaga serta materi tentunya.
"Menurut saya Ini sudah sangat merugikan Pemalang . Saat ini, kita butuh sekda definitif yang dapat menjalankan birokrasi, justru sebaliknya. Padahal kita sudah keluar tenaga, pikiran dan juga biaya yang tidak sedikit," tuturnya.
Namun demikian, pihaknya menerima dan sangat menghormati segala apa yang sudah menjadi keputusan dari komisi aparatur sipil negara (KASN).
"Apa boleh buat kita harus hormati keputusan itu (KASN). Kita menunggu bagaimana kelanjutannya, dan kedepan mudah mudahan tidak lagi seperti ini", terangnya.
Tatang Kirana menegaskan kedepan agar panitia seleksi sekda (Pansel) agar lebih cermat dalam mengambil keputusan.
"Harapanya Pansel, kedepan harus lebih teliti supaya tidak lagi terjadi hal hal seperti ini lagi sangat di sayangkan", tegasnya.***(Abimanyu)