SuaraPantura.com - Mayat berseragam Pramuka membuat heboh masyarakat Pemalang dan sekitarnya.
Pasca ditemukan, dari seragam yang menempel terdapat identitas nomor Gudep atau Gugus Depan dari SMA 1 Petarukan, Pemalang.
Namun begitu, ternyata tidak ada satupun siswi dari SMA 1 Petarukan yang hilang.
Aparat pun terus melakukan identifikasi temuan dan informasi orang hilang.
Hingga pada malamnya, salah satu keluarga dari Kecamatan Sragi, Pekalongan mendatangi Rumah Sakit tempat korban.
Sekitar pukul 23.30 WIB, barulah mulai ada titik terang jika korban tersebut memang mengarah ke salah satu warga Sragi, Pekalongan yang hilang.
Keluarga melihat kecocokan fisiknya korban dari gigi, kukunya, tanda lahir atau tahi lalat itu korban adalah Rika Indriyeni yang sebelumnya dinyatakan hilang.
Setelahnya dilakukan tes DNA yang ternyata cocok.
Akhirnya diketahui bahwa mayat berseragam Pramuka tersebut bernama Rika Indriyani, 20 tahun warga dukuh Gombong RT 02/8 Desa Bulakpelem kecamatan Sragi kabupaten Pekalongan yang sebelumnya diberitakan hilang.
Awal mula jenazah mayat berseragam Pramuka itu dikenali adalah saat kakak korban mendatangi RSUD Dr M Ashari Pemalang, pada Selasa 22 Agustus dini hari.
Kakak korban, Kusmiati menuturkan meskipun wajah korban sulit dikenali namun dari anatomi jari tangan dan kaki serta barang bawaan korban, Ia meyakini bahwa mayat tersebut adalah adiknya yang bernama Rika Indriyani.
Rika sendiri diketahui meninggalkan rumah pada Minggu, 20 Agustus malam.
Kakak korban yang mencari korban sempat menanyakan ke rekan kerja korban.
Dari pengakuan rekan kerja korban, korban berpamitan akan jalan-jalan seusai melakukan pekerjaan.
Kusmiati beberapa kali keluar masuk kamar jenazah dan memastikan bahwa itu memang benar adiknya.
Pihak keluarga sendiri merasa heran tatkala sang adik ditemukan dalam kondisi mengenakan seragam Pramuka padahal sang adik sudah tidak sekolah.
Motor dengan nomor polisi G 4266 AQB, uang dan tas korban yang berisi identitas yang dibawa korban pun raib.
Kusmiyati, kakak korban, mengenang Rika sebagai adik yang humoris, baik, dan ceria.
"Rika merupakan anak nomor lima, dan saya anak nomor tiga. Saya sebagai kakak mengenali adik adalah orang humoris, suka guyon, sama keluarga juga sayang, suka main sama keponakannya. Bukan yang pendiam. Dia ceria," ungkap Kusmiyati.
Hingga saat ini pihak kepolisian terus bekerja keras guna mengungkap pelaku pembunuhan Rika Indriyeni tersebut.
Terhitung sudah hampir 1 minggu semenjak ditemukan, polisi belum merilis informasi resmi terkait siapa pelaku dibalik pembunuhan keji tersebut.
Banyak masyarakat yang berharap pelaku segera ditemukan dan diberikan hukuman yang setimpal.
Banyak pula masyarakat yang kemudian mengucapkan duka dan simpatik atas apa yang dialami korban.
Media sosial korban di Tiktok pun banjir ungkapan simpatik dari warganet.
Rika Indriyeni diketahui memiliki akun Tiktok dengan 650 pengikut dan 2.395 suka.
Ia kerapkali membagikan konten kecantikan dan konten menghibur lainnya.
Pasca tragedi memilukan itu, banyak warganet yang mengunjungi profil dan konten akun tiktok Rika Indriyeni.
Dalam postingan terakhirnya yang diunggah Rika pada 4 Agustus lalu pun banjir komentar.
" Semoga tenang di sana, dunia terlalu kejam untukmu, semoga khusnul khotimah," ungkap akun @prastzy** bersimpatik.
"Cantik tp udah meninggal dgn tragis semoga Husnul khotimah ya mba" ungkap akun A.F rade**.
"Suargi langgeng mb rika" ungkap warganet lain.
" Innalilahi wa innailaihi rojiun" saut yg lainnya.***