SuaraPantura.com - Bendungan Randugunting Blora adalah proyek Kementerian PUPR yang dimulai pembangunannya pada tahun 2018 dengan menelan anggaran Rp858 miliar.
Bendungan Randugunting Blora direncanakan segera diaktifkan dalam waktu dekat, hal tersebut ditandai dengan mulai dilakukannya pengisian air minggu ini.
Bendungan Randugunting Blora ini diproyeksikan mendukung penyediaan air baku di Kabupaten Blora sebesar 100 liter per detik dan Pati 50 liter per detik serta pengembangan pariwisata air dan agrowisata di Kabupaten Blora.
Bendungan Randugunting mempunyai daya tampung air mencapai 14,42 juta Meter Kubik air, di mana Bupati Blora H. Arief Rohman, S.IP., M.Si memulai pengisian air di bendung yang merupakan proyek dari Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana itu.
Bupati Blora menyatakan, selain mengucapkan terimakasih kepada Presiden Joko Widodo dan jajarannya, dirinya berharap pengisian air di Bendungan Randugunting berjalan lancar, sehigga pada Desember 2021 atau awal Januari 2022 nanti bisa diresmikan Kepala Negara.
Selain itu, Bupati Arief Rohman berharap, Gubernur Jawa Tengah melalui Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya bisa memperbaiki jalan provinsi ruas Ngawen-Japah-Todanan.
Tujuannya, agar saat peresmian nanti tamu-tamu dapat melintas dengan nyaman dan ekonomi masyarakat semakin mudah.
“Untuk masyarakat Kalinanas, Gaplokan dan sekitarnya, mari kita jaga kelestarian hutan di sekitar bendungan ini agar usianya bisa awet, kita cegah sedimentasi dengan menjaga kelestarian hutan di sekitar bendungan. Akan kita sinergikan dengan Perhutani,” tambah Bupati seperti dikutip SuaraPantura.com dari Suara Merdeka pada artikel berjudul Bendungan Randugunting Mulai Diisi Air, Berdaya Tampung 14,42 Juta Meter Kubik.
Menurut Kepala BBWS Pemali Juana, Muhammad Adek Rizaldi, S.T., M.Tech., untuk pengisian air di Bendungan Randugunting akan memerlukan waktu ideal hingga satu bulan.
“Pengisian mulai dilakukan antara 15 hari hingga 30 hari ke depan, hingga nantinya muka air permukaan mencapai kedalaman 70 Meter. Ini lebih cepat dari perkiraan desain awal kita dahulu."
"Di samping karena musim hujan juga adanya lainnya bisa mendukung percepatan pengisian bendungan. Daya tampung bendungan ini mencapai 14,42 juta Meter Kubik,” ungkap Adek Rizaldi.
Dijelaskan, fungsi utama bendungan nantinya meliputi pemenuhan kebutuhan air bersih, irigasi lahan pertanian, konservasi sumber daya air dan pemulihan sumber air tanah di kawasan bendungan. Termasuk pariwisata.
Untuk pemenuhan air bersih, lanjut Adek, Blora akan mendapat 100 Liter per detik, Rembang dan Pati mendapat 50 Liter per detik.
Karena dimanfaatkan beberapa Kabupaten, nantinya akan dibentuk semacam PDAM dari Provinsi untuk bekerja sama dengan PDAM Blora, Rembang dan Pati.***