SuaraPantura.com - Bagi kalian yang tinggal di pulau Jawa terutama di kawasan Pantura (Pantai Utara) pasti tidak asing dengan bus PO Haryanto yang dipimpin oleh Rian Mahendra.
Bus PO Haryanto yang didirikan oleh Haji Haryanto ini mudah dikenali karena livery busnya mengusung grafis dinamis dengan ornamen Menara Kudus, gambar Wayang, dan sticker sholawat yang selalu terpasang di kaca belakang.
Dari sekian banyak keunikan bus PO Haryanto, ternyata Perusahaan Otobus (PO) Haryanto ini memiliki karyawan wanita yang menjadi sopir bus PO Haryanto.
Theresia Bekti Rahayu atau akrab disapa Yayuk yang kini berusia 46 tahun adalah salah satu sopir bus PO Haryanto.
Yayuk sudah berprofesi sebagai sopir selama 16 tahun. Awalnya ia menjadi sopir di Trans Jakarta saat awal pembukaan rute Blok M-Kota tahun 2005, kemudian mulai bekerja di PO Haryanto sejak tahun 2015.
"Awalnya jadi sopir itu di Trans Jakarta tahun 2005, kemudian sempat berpindah-pindah tapi cuma nyerepi (cadangan, menggantikan sopir yang berhalangan-red). Kemudian pindah ke PO Haryanto tahun 2015, jadi sudah 6 tahun," ungkap Yayuk yang dikutip SuaraPantura.com dari chanel YouTube Mata Lensa, Kamis 23 Desember 2021.
Dari hasil kerja kerasnya sebagai supir inilah Yayuk bisa menyekolahkan dua putrinya hingga jenjang sarjana.
"Alhamduluillah anak saya Mariana Rinayanti sudah selesai kuliah dan menjadi sarjana ekonomi, sedangkan adiknya Marda Wijayanti menjadi sarjana muda," ungkap Yayu bangga.
Saat ditanya motivasinya menjadi seorang sopir tidak seperti kebanyakan ibu-ibu pada umumnya, Yayuk menjawab karena hanya sopir keahlian yang ia miliki.
"Kalau pendidikan saya tidak sekolah tinggi, cuma SMA, dan tidak ada keahlian yang lain selain saya bisa nyopir," jelas Yayuk pada Mata Lensa.
Yayuk mengaku sangat senang kalau bisa mengantar penumpang sampai tujuan dengan selamat, terlebih kalau ada penumpang yang mengucapkan terima kasih kepadanya saat sampai tujuan.
"Kalau kita memberikan pelayanan yang prima dengan armada yang sehat dan baik, penumpang bisa sampai ke tujuan. Saat penumpang turun mengucapkan terima kasih, rasanya senang sekali," ungkap Yayuk.
Hingga saat ini Yayuk mengatakan belum berpikir untuk berhenti menjadi sopir meski cita-cita menyekolahkan anaknya hingga sarjana sudah tercapai.
"Ya..saya mau nyopir sampai bosan, sampai kebutuhan hidup saya terpenuhi. tidak harus kaya, minimal saya tidak menyusahkan keluarga dan orang lain," terangnya saat ditanya mau jadi sopir sampai kapan.
Demikian sepenggal kisah Theresia Bekti Rahayu atau Yayuk, yang enam tahun menjadi sopir di PO Haryanto.
Semoga kisah Yayuk ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi kita dalam menjalani kehidupan.
Untuk kisah lengkapnya silahkan kunjungi chanel YouTube Mata Lensa. Selamat hari Ibu mba Yayuk.***