SuaraPantura.com - Kabupaten Pemalang kini kembali disorot publik karena kejadian luar biasa.
Kali ini kisah memprihatinkan dunia pendidikan terjadi di SMPN 1 Belik Pemalang Rabu 26 Januari 2022.
Akibat sengketa lahan yang tak kunjung usai, aktifitas pendidikan kini jadi korban. Gerbang sekolah disegel ahli waris pemilik lahan.
Hal ini disinyalir akibat lemahnya perhatian pemerintah terutama Dinas terkait dalam menyelesaikan persoalan ini.
Padahal menurut Kepala SMPN 1 Belik, Teguh selama ini menjelaskan bahwa pihak sekolah sudah menyampaikan duduk perkara terkait persoalan lahan ini ke Dinas terkait.
"Saat ini masih dalam proses negosiasi antara sekolah dan keluarga pemilik lahan. Namun pemilik lahan tidak sabar dan menutup akses jalan masuk dan menggembok pintu gerbang," ujarnya.
Ibu Uli, ahli waris yang masih mengklaim pemilik lahan mengaku sejak sekitar 1976 persoalan lahan ini tidak diselesaiakan.
Dia menyebut, pendirian SMPN 1 Belik menggunakan lahan milik keluarganya dan belum ada ganti rugi juga dan tidak ada itikad baik dari pemerintah untuk menyelesaikan.
Dia mengaku memiliki sertifikatnya dan membayar jutaan rupiah pertahunnya.
"Tidak ada respon dari pemerintah, saya yang memiliki sertifikat dan membayar pajak selama ini hingga juataan rupiah pertahunnya," kata Uli.
Karena tak ada penyelesaian, dia kemudian menutup sekolah ini sebagai bentuk protes agar dapat selesai.
"Lahan ini milik ahli waris dan akan dibagi-bagi, kami harap bisa selesai segera," tambahnya.
***