SuaraPantura.com - Setiap daerah memiliki ragam budaya dan sejarahnya sendiri. Tak terkecuali Kabupaten Pemalang. Salah satu Kabupaten di Jawa Tengah ini memiliki kain khas daerah yakni Sarung Goyor.
Secara harfiah, kata goyor bermakna lembek. Hal itu berkaitan dengan kain tenun manual yang memiliki tekstur lembut, adem dan sangat nyaman dikenakan.
Sarung Goyor Pemalang memiliki proses manual yang tergolong langka dan unik. Mulai dari benang polos, pewarnaan benang, penjemuran, pembuatan pola, dan penenunan semua dikerjakan secara manual.
Sarung yang dihasilkan sangat berkualitas hingga banyak diminati di pasar timur tengah.
Namun saat dilanda pandemi, pengrajin Sarung Goyor ini banyak yang gulung tikar.
Bahkan pola market hari ini pengrajin krcil harus merelakan hasil tenunnya untuk dihutang dalam tempo yang cukup lama karena barang di pengepul masih menumpuk.
Hal inilah yang ditengarai membuat para pengrajin Sarung Goyor Pemalang bertumbangan.
Seperti yang disampaikan oleh salah satu pengrajin, Amin (38) salah satu pengrajin Sarung Goyor dari Desa Wanarejan Pemalang yang mengaku tak bisa lagi mengoperasikan usahanya secara maksimal karena dihantam pandemi.
"Banyak alat yang akhirnya berhenti beroperasi karena market sudah berhenti mas" ungkapnya.
Pemerintah Belum Hadir
Bergugurannya para pengrajin Sarung Goyor Pemalang ini bahkan belum banyak terdeteksi oleh pemangku kebijakan.
Padahal disaat Kabupaten Pemalang tengah melawan predikat "Miskin Ekstrem", sektor ini mustinya diperhatikan.
Mengingat Sarung Goyor Pemalang bisa dikategorikan sebagai produk unggulan Kabupaten Pemalang.
Amin berharap, Pemerintah segera turun tangan untuk turut mrmperhatikan nasib para pengrajin Sarung Goyor Pemalang dengan membeli produk sendiri.
"Harapan Kami Pemkab Pemalang, terutama Bupati Pemalang bisa mempelopori gerakan beli produk sendiri terutama Sarung Goyor Pemalang" uangkapnya.
Menurut Amin, jika Pemerintah setempat terus mengabaikan kondisi ini sementara para pengrajin sudah kehabisan modal dan kehilangan market, dikhawatirkan mereka akan nanti malah akan jatuh ke garis kemiskinan.
" Jika Pemerintah abai, kami khawatir para pengrajin kelak malah jatuh ke jurang kemiskinan" uangkapnya.
Kini Amin tengah melakukan upaya penyelamatan dengan memperbaiki manajemen pengelolaan dan merintis terbentuknya kelompok atau paguyuban pengrajin.
Ia berharap kerajinan Sarung Goyor ini mampu terselamatkan dari hulu ke hilir.
"Semoga terselamatkan, mengingat Sarung Goyor ini merupakan bagian dari Budaya Pemalang." Ungkap Amin.
***