Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Fakta Seputar Pembunuhan Bidan Sweetha dan Anaknya di Semarang. Bukan Jateng, Ternyata ini Daerah Asal Sweetha

Andri Susanto•
Jateng Pantura

SuaraPantura.com - Pembunuhan wanita bernama Sweetha Kusuma Gatra Subardiya (32) yang mayatnya dibuang di jembatan Tol Semarang KM 425 berhasil diungkap oleh Polda Semarang.

Tak hanya itu, belakangan ditemukan kerangka di sekitar penemuan mayat Sweetha Kusuma Gatra Subardiya yang diduga adalah anaknya bernama Muhammad Faeyza Alfarisqi (12).

Polda Jateng berhasil mengungkap identitas keduanya yakni Sweetha Kusuma Gatra Subardiya dan Muhammad Faeyza Alfarisqi yang merupakan ibu dan anak.

Berikut fakta-fakta seputar kasus pembunuhan Sweetha Kusuma Gatra Subadriya.

1. Ditemukan di Jembatan Tol KM425
Mayat Sweetha ditemukan pada Minggu 13 Maret 2022 sekitar pukul 07:00 WIB.

Berselang 3 hari tepatnya tangal 16 Maret 2022, pihak kepolisian menemukan tulang belulang anak Sweetha.

KPK Taksir Kerugian Negara Kasus Cukai Kudus Capai Triliunan Rupiah
Baca Juga · Jateng Pantura
KPK Taksir Kerugian Negara Kasus Cukai Kudus Capai Triliunan Rupiah

2. Ibu Korban Tahu dari TikTok
Diceritakan oleh sahabat Sweetha, Ibu Sweetha mengetahui anaknya menjadi korban pembunuhan dari TikTok @jatanrasjateng.id yang mengunggah pakaian korban.

Pakaian itu merupakan pemberian ibunya, sehingga sang ibu sangat mengenalinya. Ibu Sweetha langsung shock saat diberitahu video TikTok Jatanras Jateng oleh sahabatnya.

3. Dibunuh oleh kekasih
Pembunuh Sweetha dan anaknya adalah kekasih Sweetha sendiri Dony Christiawan Eko Wahyudi (DCEW).

Atas perbuatannya itu, Dony Christiawan Eko Wahyudi pun dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman 18 tahun. Selain itu juga dijerat dengan Pasal 18 juncto 76 c UU 35/2014 tentang Perubahan Atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp3 miliar.

4. Tanggal Pembunuhan
Sweetha diketahui dibunuh di sebuah hotel di Kota Semarang pada 7 Maret 2022. Sedangkan anaknya dibunuh pada tanggal 20 Februari 2022.

Fathan Subchi Dimakamkan di Girikusumo Demak, Ratusan Pelayat Iringi Prosesi
Baca Juga · Jateng Pantura
Fathan Subchi Dimakamkan di Girikusumo Demak, Ratusan Pelayat Iringi Prosesi

Kemudian DCEW membuang mayat Sweetha di lokasi yang sama dengan anaknya, yakni Jembatan Tol Semarang-Bawen KM 425.

5. Anak Sweetha dibunuh lebih dulu
Dari hasil penyelidikan polisi, diketahui Sweetha menitipkan anaknya pada DCEW. Namun DCEW justru membunuhnya dan membuang mayatnya di jembatan Tol Semarang-Bawen KM 425.

Alasan DCEW membunuh Sweetha untuk menutupi jejaknya yang telah membunuh anak Sweetha.

6. Alasan Membuang di Tol Semarang-Bawen KM 425
DCEW mengaku membuang mayat Sweetha di lokasi yang sama dengan anaknya karena ia merasa aman menghilangkan jejak pembunuhannya.

Setelah membunuh Sweetha ia memutuskan membuang mayatnya di lokasi yang sama, hanya berjarak beberapa meter.

Solo Amankan Runner-Up Porprov Jateng 2026
Baca Juga · Jateng Pantura
Solo Amankan Runner-Up Porprov Jateng 2026

7. Sama-Sama berprofesi tenaga kesehatan
Sweetha dan DCEW sama-sama berprofesi sebagai tenaga kesehatan. Keduanya saling kenal pada Oktober 2021 saat sama-sama menjadi petugas vaksinator Covid-19.

8. Asal Daerah Sweetha
Sweetha diketahui berasal dari sebuah daerah transmigrasi di Sumatera Selatan.

Tepatnya di Kecamatan Lubukraja Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan.

Itulah beberapa fakta seputar pembunuhan Sweetha Kusuma Gatra Subardiya dan anaknya bernama Muhammad Faeyza Alfarisqi.

Sebelumnya Sweetha kerap melakukan panggilan video karena ingin berbicara dengan anak yang dititipkan pada DCEW. Inilah yang membuat DCEW panik dan memutuskan membunuh Sweetha.

DCEW ditangkap saat berpura-pura hendak melaporkan kehilangan Sweetha pada polisi di Mapolda Jateng.***

Tags:
#pembunuhan#bidan#tol semarang#oku#sweetha#km 425#lubukraja
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…