Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Mudik Lewat Jalur Pantura? Simak Sejarah Jalur Pantura, Fakta hingga Tempat Angker di Jalur Pantura

Andri Susanto•
Jateng Pantura

SuaraPantura.com - Pantura merupakan kepanjangan dari Pantai Utara, yang biasa digunakan untuk menyebut wilayah di pesisir pantai utara Pulau Jawa.

Hal ini erat kaitannya dengan keberadaan Jalur Pantura atau Jalan Pantura yang menghubungkan Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Ketapang.

Jalur Pantura sendiri sebenarnya adalah istilah yang digunakan untuk menyebut Jalan Nasional 1 di pesisir utara Pulau Jawa.

Jalan Nasional 1 atau jalur Pantura membentang sepanjang 1.316 km dari Merak di ujung barat Pulau Jawa hingga Ketapang di ujung timur Pulau Jawa.

Jalur Pantura ini sebagian dibangun pada zaman pemerintahan Gubernur Hindia Belanda Herman Willem Daendels yang kala itu membangun Jalan Raya Pos atau De Groote Postweg dari Anyer ke Panarukan sekitar tahun 1808.

Jalan yang dibangun pada masa Dandels ini dari Anyer melewati Jakarta, Bogor, Cianjur, Bandung, Cadas Pangeran, Majalengka, Cirebon. Mulai dari Cirebon hingga Panarukan (Situbondo) mulai berada di jalur pesisir utara pulau Jawa.

KPK Taksir Kerugian Negara Kasus Cukai Kudus Capai Triliunan Rupiah
Baca Juga · Jateng Pantura
KPK Taksir Kerugian Negara Kasus Cukai Kudus Capai Triliunan Rupiah

Konon tujuan Daendels membangun Jalan Raya Pos adalah untuk mempertahankan wilayah pulau Jawa dari serbuan tentara Inggris. Karenanya sebagian orang menyebut jalur Pantura ini dengan nama jalan Dandels.

Berikut beberapa fakta mengenai Jalur Pantura

1. Melintasi 5 Provinsi
Jalur Pantura diketahui melewati 5 provinsi yakni Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

2. Melintasi 30 Kota
Beberapa kota baik kota besar maupun sedang dilintasi oleh jalur Pantura. Tercatat ada sedikitnya 30 kota yang dilintasi yakni Cilegon, Serang, Tangerang, Jakarta, Bekasi, Karawang, Cikampek, Subang, Indramayu, Cirebon, Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Kudus, Pati, Rembang, Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi.

3. Sejajar dengan 20 ruas Tol
Seiring banyaknya pembangunan jalan Tol, saat ini jalur Pantura disejajari oleh 20 ruas jalan Tol.

Fathan Subchi Dimakamkan di Girikusumo Demak, Ratusan Pelayat Iringi Prosesi
Baca Juga · Jateng Pantura
Fathan Subchi Dimakamkan di Girikusumo Demak, Ratusan Pelayat Iringi Prosesi

20 ruas tersebut adalah Tol Tangerang-Merak, Jakarta-Tangerang, Jakarta Ouuter Ring Road (JORR), Lingkar Dalam, Jakarta-Cikampek, Cikopo-Palimanan, Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Semarang-Batang, Semarang-Solo, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Kertosono-Mojokerto, Mojokerto-Surabaya, Surabaya-Gresik, Surabaya-Gempol, Gempol-Pandaan, Gempol-Pasuruan, Pasuruan-Probolinggo.

Jalan Tol Probolinggo-Banyuawangi saat ini dalam tahap perencanaan. Bila Tol Probolinggo-Banyuawangi ini beroperasi, maka jalur Pantura akan sejajar dengan jalur Tol sepanjang Pelabuhan Merak hingga Pelabuhan Ketapang.

4. Diperkirakan 12 ribu menjadi korban
Saat Gubernur Daendels membangun Jalan Raya Pos yang menjadi cikal bakal jalur Pantura, diperkirakan sekitar 12 ribu pekerja meninggal akibat kerja rodi yang diterapkan oleh Gubernur Dandels kala itu.

5. Mercusuar 0 kilometer
Titik 0 kilometer jalur Daendels berada di sekitar Mercusuar Anyer yang terletak di Desa Tambang Ayam, Kecamatan Anyer, Serang, Provinsi Banten.

6. Jalur Angker atau Jalur Tengkorak
Beberapa lokasi di jalur Pantura yang membentang dari Merak hingga Banyuwangi ini diyakini oleh sebagian orang sebagai jalur angker atau jalur tengkorak.

Solo Amankan Runner-Up Porprov Jateng 2026
Baca Juga · Jateng Pantura
Solo Amankan Runner-Up Porprov Jateng 2026

Lokasi ini diyakini angker karena sering terjadi kecelakaan atau karena beberapa kejadian mistis seperti penampakan makhluk halus yang menyebar dari mulut ke mulut.

Lokasi tersebut adalah jalur Subang-Ciasem, jalur Kedungkelor Tegal, jalan lingkar Pemalang, Alas Roban, jalur Jenu-Tuban.

7. Volume kendaraan
Jalur Pantura sebagai jalur transportasi utama baik transportasi orang maupun barang tentu menjadikan jalan ini ramai dilalui kendaraan.

Menurut data ditjen Perhubungan Darat, volume kendaraan yang melintas di jalur Pantura sekitar 20.000 hingga 70.000 kendaraan per hari.

Pembangunan jalan tol yang sejajar dengan jalur Pantura ini tentu sedikit banyak telah mengurangi volume kendaraan yang melintas.

Namun demikian jalur Pantura ini memang tak pernah sepi meskipun mungkin sebagian di wilayah Indramayu mengalami penurunan yang signifikan akibat beroperasinya Tol Cipali.

Kalian biasa mudik lewat jalur Pantura? tetap hati-hati, waspada, dan jangan lupa untuk selalu baca doa ya.***

Tags:
#banyuwangi#jawa#banten#anyer#jawa timur#jawa barat#jakarta#jawa tengah#jalur#ketapang#merak#pantai utara#daendels#panarukan
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…