SuaraPantura.com - Mendengar kata Cawet tentu hati dan pikiran kita akan travelling kemana-mana.
Apalagi mendengar kata 'isi Cawet' tentu pikiran kita tambah semakin meresahkan. Heu heu heu...
Namun jangan salah sangka, Cawet yang dimaksud kali ini adalah nama salah satu desa di Kabupaten Pemalang, tepatnya terletak di kecamatan Watukumpul.
Desa ini berjarak 50 KM dari pusat pemerintahan Kabupaten Pemalang.
Mendengar namanya saja, sudah membuat pikiran kita tertuju pada satu objek yakni celana dalam perempuan.
Padahal, nama Cawet bukan berasal dari celana dalam perempuan. Namun berasal dari kata "Cawing Tali" yaitu nama leluhur atau orang pertama yang mendirikan Desa Cawet, disebut juga Eyang Cawing Tali.
Mengenai Eyang Cawing Tali sang leluhur, beliau dimakamkan di desa itu. Makamnya pun masih diziarahi sampai sekarang.
Isi Desa Cawet sendiri sangat mempesona dan menjadi salah satu surga di Kabupaten Pemalang.
Alamnya yang masih asri dan perawan maupun warganya yang sangat ramah dan sopan. Hamparan sawah hijau berundak dan bukit hutan pinus membuat kita betah berlama-lama. Ditambah suasana udara yang segar.
Ada pula sebuah jembatan yang kerap menjadi tempat foto pre-wedding maupun swafoto di kalangan anak muda.
Jembatan ini merupakan jembatan gantung yang dibangun 2014 di atas Sungai Polaga. Warga menyebutnya Jembatan Pelangi. Jembatan sepanjang 45 meter dengan lebar 1,5 meter ini menghubungkan Desa Cawet dengan Desa Bodas.
Selain itu, Desa Cawet juga mrmiliki Tuk atau sumber mata air yang hingga kini masih dimanfaatkan oleh warga sekitar.
***