Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Cerita Horor Sopir Truk Pantura, Ngopi di Warung Ghaib Alas Roban

Andri Susanto•
Jateng Pantura

SuaraPantura.com - Banyak cerita horor sopir truk Pantura yang dialami oleh bebrapa sopir yang berkendara di malam hari.

Tak sedikit cerita horor sopir truk Pantura yang diganggu makhluk tak kasat mata hingga masuk alam ghaib.

Salah satu cerita horor sopir truk Pantura adalah yang dialami oleh sopir bernama Baran dan kernetnya bernama Kawel.

Baran merupakan sopir truk salah satu distributor di Tegal yang biasa menggunakan jalur Pantura.

Meski sudah ada tol trans jawa namun Baran lebih suka memilih jalur pantura dan berkendara pada malam hari karena alasan jalan yang lebih sepi.

Seperti biasa malam itu ia bermaksud mengantar barang ke daerah Demak. Seperti biasa ia memilih jalan malam dan sampai pagi hari di tempat tujuan.

Karena lokasi yang tidak begitu jauh, Baran memilih tengah malam untuk memulai perjalanannya. Jam 11 malam mulai jalan, sampai Demak Subuh, begitu pikirnya.

Barang bawaannya memang cukup berat sehingga truk yang ia sopiri akan berjalan lambat menyusuri pantura.

Seperti biasa malam itu Baran berangkat sendiri ditemani kernetnya bernama Kawel.

Awalnya perjalanan lancar, namun saat memasuki daerah Alas Roban beberapa kali Baran merasakan truk yang ia sopiri sangat berat jalannya bahkan sempat tersendat.

Dorong Swasembada Susu, Magelang Dibidik Jadi Sentra Sapi Perah Baru di Jateng
Baca Juga · Jateng Pantura
Dorong Swasembada Susu, Magelang Dibidik Jadi Sentra Sapi Perah Baru di Jateng

Kawel yang duduk di sebelahnya juga merasakan hal yang sama namun memilih diam, Baran dan Kawel pun hanya saling bertatap mata tanda saling mengerti kondisi kendaraan mereka.

Sampai di pertengahan Alas Roban sekitar pukul 3 dini hari, tiba-tiba truk mogok. Baran berusaha menyalakan namun tidak berhasil.

"Wel ganjel Wel....," ucap Baran menirukan 'To ganjel To' yang viral.

Baran dan Kawel kemudian turun dan memeriksa mesin truk, namun semua terlihat tidak ada masalah.

Tiba-tiba Kawel meminta untuk istirahat dan ngopi sebentar sambil menunjuk sebuah warung.

Baran kaget karena saat berhenti ia tidak melihat warung di tempat yang ditunjuk Kawel tak jauh dari tempat truk mereka berhenti.

Namun akhirnya mereka memutuskan untuk ngopi sambil beristrahat. Kondisi warung awalnya sangat sepi. Namun saat Baran dan Kawel masuk, ternyata di dalam cukup ramai, ada sekitar 5 atau 7 orang di dalam.

Baran sudah merasakan keanehan karena orang-orang yang ngopi saling diam dan hanya menunduk sambil sesekali melihat ke arah Baran dan Kawel. Ia juga berfikir dimana orang-orang ini memarkirkan kendaraan.

"ini juga bukan kawasan pemukiman, nggak mungkin mereka orang-orang sekitar sini," gumam Baran dalam hati.

KPK Taksir Kerugian Negara Kasus Cukai Kudus Capai Triliunan Rupiah
Baca Juga · Jateng Pantura
KPK Taksir Kerugian Negara Kasus Cukai Kudus Capai Triliunan Rupiah

"Kopi Bu 2," teriak Kawel mengagetkan lamunan Baran.

Seorang nenek berusia sekitar 80 tahun dengan jalan sedikit bungkuk mengantarkan kopi.

Baran berusaha melihat ke arah kaki nenek tersebut karena curiga jangan-jangan tidak menyentuh tanah. Tapi sangat sulit melihat karena kondisi warung yang sangat remang-remang.

"Jangan diminum," bisik Baran ke Kawel.

Kawel yang sedikit paham maksud Baran tidak banyak bertanya. Untuk mencairkan suasana Kawel bertanya pada orang yang duduk di sebelahnya.

"Mau kemana Pak?," tanyanya singkat.

Namun orang yang ia tanya tidak menjawab, hanya menunjuk ke arah jalan raya.

Kawel yang mulai paham dengan situasi di warung tersebut kemudian sedikit bergeser merapat ke tempat Baran duduk.

Tak berapa lama kemudian Baran mulai melihat keanehan. Ia melihat orang-orang di warung tersebut ternyata bertubuh tidak lengkap dan aneh. Ada yang matanya satu, ada yang telinganya agak lancip, ada yang mukanya seperti kena parut.

Fathan Subchi Dimakamkan di Girikusumo Demak, Ratusan Pelayat Iringi Prosesi
Baca Juga · Jateng Pantura
Fathan Subchi Dimakamkan di Girikusumo Demak, Ratusan Pelayat Iringi Prosesi

Melihat situasi yang makin tidak kondusif, Baran akhirnya meletakkan uang di bawah gelas kopi kemudian keluar dari warung tanpa permisi sambil menarik Kawel.

Baran dan Kawel kaget setelah keluar dari warung ternyata sudah pagi. Lokasinya dari truk mereka juga cukup jauh.

Kawel melirik jam tangannya. "Kok sudah jam 7 bro," ujar Kawel pada baran.

"Iya, biasalah mereka memang suka iseng," jawa Baran singkat.

Lokasi Baran dan Kawel berada sekitar 500 meter dari truk yang mereka parkir, padahal tadi malam seperti hanya berjalan 50 meter.

Demikian juga soal waktu, Baran dan Kawel merasa hanya sebentar di warung tersebut.

Sambil berjalan mendekati truk, Baran dan Kawel sama-sama menoleh ke arah warung. Sudah bisa ditebak, warung tersebut tidak ada.

Baran berhenti sebentar, mengambil sebuah kantong plastik dan mengikatkan di sebuah pohon menuju arah warung tersebut. "Buat tanda," kata Baran waktu ditanya Kawel apa tujuannya.

Sampai di truk, ternyata sekali stater langsung hidup. Mereka pun melanjutkan perjalanan.***

Tags:
#pantura#sopir truk#cerita horor#alas roban
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…