SuaraPantura.com - Aksi mengganti motto Pemalang pada Gerbang Utama Kabupaten Pemalang, dari semula Pemalang Ikhlas menjadi Pemalang Aman menjadi ramai di media sosial.
Banyak yang mengecam tindakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang tersebut sebagai upaya penggantian motto Pemalang menjadi slogan politik.
Selain itu, penggantian Motto pemalang juga ditengarai melanggar aturan.
Seperti yang disampaikan oleh penulis Monolog Asu Celeng.
Melalui siaran persnya, penulis monolog Asu Celeng menyampaikan bahwa Motto PEMALANG IKHLAS sudah ditetapkan dengan Perda No 11 tahun 1990 ketika Bupati Slamet Haryanto.
"Setidaknya Almarhum patut dikenang sebagai pembawa perubahan Pemalang. Motto adalah frasa, tidak sebatas semboyan, susunan narasi yang penuh motivasi, semangat dan tujuan dari
suatu Daerah," tulisnya seperti dikutip Suara Pantura pada 11 Juli 2022.
"Juga terdapat Lambang Daerah yang memiliki makna dan dipakai sebagai acuan perumusan Motto Daerah. Ada Lagu mars PEMALANG IKHLAS (karya Alm. Suryanto) yang semua itu bukan sekadar Visi Misi Bupati 5 tahunan maupun city brended," tambahnya.
Penulis monolog Asu Celeng yang mengatasnamakan Kang katro ini menyerukan agar pemerintahan yang sekarang lebih menghargai sejarah.
"Coba hargai, hormati sejarah, budaya dan kearifan suatu daerah jngn sekali2 abaikan, ini etika politik bagi siapapun Bupati Pemalang selanjutnya. Jangan arogan!," tegasnya.
Mereka menyatakan sikap sebagai berikut :
" Maka dengan ini Laskar Patih Sampun bersama Komunitas Penggemar Asu Celeng, menyatakan sikap :
1. SEGERALAH BUPATI MENGEMBALIKAN PEMALANG IKHLAS BUKAN AMAN
2. SEGERALAH DPRD MENGGELAR MUSYAWARAH BESAR RAKYAT PEMALANG IKHLAS dengan mengundang para tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Ulama, Pemuda, LSM, ORMAS, dan masyarakat peduli untuk mensikapi Arogansi Bupati mengganti motto PEMALANG
IKHLAS dengan PEMALANG AMAN
3. SEGERALAH BUPATI KONSENTRASI pada PROGRAM PERBAIKAN JALAN dan PROGRAM PERUBAHAN
Kedepan mereka berencana akan menggelar aksi terkait persoalan penggantian motto tersebut.***