SuaraPantura.com - Semangat pihak kepolisian dalam memberantas perjudian kini banyak diapresiasi oleh masyarakat.
Apalagi Kapolri secara khusus mengeluarkan pernyataan keras terkait pemberantasan perjudian dan secara tegas akan menindak anggotanya jika terlibat di dalamnya.
Namun hal berbeda disampaikan oleh Ridho, salah satu Presidium KAHMI Kabupaten Tegal ini menilai masih adanya tebang pilih dalam pemberantasan perjudian di Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Tegal.
Menurutnya, kebanyakan yang ditindak adalah judi yang tidak begitu masif terorganisir seperti sabung ayam, taruhan playstation, dan judi online lainnya.
Namun judi Togel atau Toto gelap yang sebelumnya marak di kampung-kampung bahkan masif belum banyak ditindak.
"Di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Tegal ini kan sebelumnya ramai togel, agennya juga banyak bahkan tersebar, seperti terorganisir hingga ke kampung-kampung, itu kok belum masif ditindak ya," ungkap Ridho.
Ridho berharap ada upaya 'bedol desa' dalam kasus perjudian togel dalam rangka bersih-bersih dan menegakkan citra aparat penegak hukum.
" Penginnya bedol desa aja itu semua judi Togel, biar citra APH semakin baik di masyarakat" tambah Ridho.
Masih menurut Ridho, dirinya dan banyak masyarakat selama ini sudah kadung berkeyakinan bahwa judi togel ini seperti kebal hukum.
" Ngga tahu ya, khusus judi yang sati ini (Togel) kok sepertinya kebal hukum ya, sudah bukan menjadi rahasia umum," ungkap Ridho.
Ridho mengaku mendukung Aparat Penegak Hukum untuk tidak tebang pilih memberantas judi Togel di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Tegal.
"Sebagai masyarakat ya Saya mendukung penuh, bongkar judi togel di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Tegal hingga ke akar-akarnya" harap Ridho.
***