SuaraPantura.com - Pekalongan yang dikenal dengan Kota Santri maupun Kota Batik ini punya beragam acara pelestarian tradisi, salah satunya Festval Bubur Suro.
Festival yang digelar dalam rangka memperingati 10 Muharram/ Asyuro tersebut berlangsung di Jalan Jlamprang, dekat dengan Masjid Aulia Krapyak.
Hal inj dilaksanakan demi penguatkan identitas bubur suro sebagai hidangan khas Pekalongan, Komunitas Jalan Jlamprang (Kujajal) Kelurahan Krapyak bersama Pemkot Kota Pekalongan, Jawa Tengah.
Festival ini sebenarnya sudah menjadi agenda tahunan. Namun karena pandemi COVID-19, Festival Bubur Suro tidak digelar.
Dengan kasus COVID-19 yang mereda dan adanya pelonggaran aktivitas masyarakat pada 2022, maka masyarakat menyambut positif.
Warga Pekalongan, khususnya warga Kelurahan Krapyak, menyelenggarakan Festival Bubur Suro dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Ada sekira 3.000 porsi bubur suro yang dibagikan kepada masyarakat.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, mengapresiasi dan bersyukur kegiatan festival bubur suro bisa digelar kembali pada 2022.
Terlebih kegiatan tersebut mendapat antusias dari ribuan warga hingga memadati kawasan Jalan Jlamprang.
Bubur suro terbuat dari beras ditambah berbagai bumbu, rempah, jinten, kacang hijau dan santan. Penyajiannya dihiasai irisan mentimun, telur ayam, dan sebagainya.
Ketua Panitia Festival Bubur Suro 2022, Ihwanudin menjelasjan, Festival Bubur Suro dibuka sejak pagi. Rangkaian acaranya meliputi bazar kuliner daerah, lomba menggambar, pertunjukan pantomim dan lomba peragaan busana tingkat SD.
Puncak acara digelar kirab gunungan bubur suro, pertunjukan gamelan dari Komunitas Gamelan Lestari Laras, serta penyerahan hadiah lomba.
***