SuaraPantura.com - Polemik pengurus masjid yang diduga menggembok masjid saat jam sekolah terjadi di Desa Kejene Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang kini berbuntut panjang.
Masyarakat banyak mengecam ulah pengurus masjid yang menutup masjid tersebut saat jam sekolah.
Hal itu lantaran anak-anak harus merasakan panasnya matahari saat menjalankan ibadah sholat Dhuha di halaman masjid karena tak bisa masuk masjid akibat digembok.
Masjid Jami Nurul Huda Kejene Tersebut berada berhadapan dengan Sekolah MI Miftahul Ulum 01 Kejene, sehingga anak-anak biasanya menggunakan masjid tersebut untuk menggelar sholat Dhuha berjamaah sebelum disela jam pelajaran.
Namun akibat masjid yang digembok tersebut, rutinitas sholat Dhuha berjamaah ini akhirnya dilaksanakan di halaman masjid yang kondisinya sedang terik.
Belum diketahui secara pasti motif pengurus masjid tersebut menggembok atau menutup Masjid tersebut saat jam sekolah.
Namun menurut informasi, sebelumnya pengurus Masjid hanya menggembok toilet masjid saat saat jam sekolah, namun kini malah semuanya digembok.
Kepala Desa Kejene, Yus Sularso saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui kejadian tersebut.
" Ya nnti coba tek kordinasi pa," tulisnya saat dihubungi melalui pesan singkat.
Sementara pengurus NU setempat, Solehudin saat dihubungi tim redaksi melalui pesan pribadinya terlihat enggan berkomentar terkait kejadian tersebut.
"Sebaiknya Cek dulu ke pengurus masjid," tulisnya.
Kini akibat ulah pengurus masjid yang menggembok masjid saat jam sekolah tersebut, muncul kecaman dari masyarakat melalui media sosial.
Seperti yang diunggah oleh salah satu warga Kejene melalui grup facebook Silaturahmi Online Warga Kejene (SOWAN Community), Lukman Sahri.
Ia mengunggah foto yang memperlihatkan anak-anak sekolah sedang melaksanakan sholat Dhuha di halaman masjid yang terik.
" Ini loh,,,masjid yg di gembok
Sehingga Para pelajar sholat dhuha di halaman masjid" tulisnya seperti dikutip Suara Pantura pada Selasa, 11 Oktober 2022.
Sontak postingan ini pun menjadi perhatian dan menuai banyak komentar dalam grup warga Kejene tersebut.
"Waktu bikin masjid juga minta sumbangan memasyarakat ko udah jadi d kunci kya punya pribadi aja" tulis akun Sa'ad**** Au***.
"Nanti kalo datang tamu jauh... Mau ikut sholat gimana yah kalau digembok.." tulis Ma Y****.
Bahkan salah satu akun menyebutkan viralkan dulu baru dibuka.
" Viral disit baru nembe dibuka (viral dulu baru dibuka," tulis Muhammad ***** Ar****.
Sementara hingga berita ini diturunkan pihak masjid belum memberikan keterangan resmi.
***