Penulis: Iltaza Mahira
Mahasiswa UIN Walisongo Semarang
SuaraPantura.com - Mahasiswa KKN kelompok 47 UIN Walisongo Semarang lakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan pembuatan marka jalan, Kamis 27 Oktober 2022.
Kegiatan pembuatan marka jalan ini dilakukan di dua titik, yakni di SDN Regunung 01 dan SDN Regunung 03.
Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah sebagai bentuk kepedulian kepada para siswa, maupun masyarakat agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas. Marka jalan yang dibuat yakni berupa zebra cross dan pengecatan polisi tidur.
Tubagus Muhammad selaku koordinator KKN kelompok 47 menyampaikan adanya kegiatan pembuatan marka jalan ini bertujuan untuk mengendalikan lalu lintaslintas demi keamanan bersama.
"Tujuan kami membuat marka jalan berupa zebra cross dan pengecetan polisi tidur untuk mengendalikan lalu lintas, khususnya untuk meningkatkan keamanan bagi masyarakat sekitar maupun siswa yang ada di SD Regunung ini", ungkap Tubagus.
Menurut penuturan salah seorang warga sekitar, pembuatan marka jalan ini sangat bagus, karena dapat mencegah terjadinya kecelakaan di sekitar SDN Regunung 01. Terlebih lagi daerah tersebut merupakan daerah yang sangat ramai oleh kendaraan yang berlalu-lalang. Selain itu, dahulu di daerah tersebut juga kerap terjadi kecelakaan lalu lintas.
"Keadaan di jalan rame sekali, kalo menurut pemikiran saya bagus, jika ada orang naik kendaraan jadi pelan-pelan. Di sini kan juga termasuk daerah yang rawan kecelakaan, dulu suka ada kejadian siswa SD yang tertabrak. Jadi saya sangat mengapresiasi kepada mbak dan mas KKN dalam pembuatan zebra cross ini," tutur Jumadi.
Salah seorang pedagang, yang bernama Slamet Pujiyanto, juga menanggapi pembuatan zebra cross di SDN Regunung 01, menurutnya kegiatan yang diadakan oleh kelompok KKN ini bagus sekali , karena daerah SDN Regunung 01 memang sangat membutuhkan zebra cross untuk keamanan siswa dan siswi sendiri.
"Oh iya, kalo kegiatan dari KKN ini sudah bagus mas, karena kan di sini rame sekali kondisi jalanannya, jadi dengan adanya zebra cross ini bisa lebih menjamin keselamatan siswa-siswi SD ini", ujar Slamet.***