Penulis: Naufal Marzuq Kamal
Mahasiswa UIN Walisongo Semarang
SuaraPantura.com - Mahasiswa KKN Reguler 79 posko 54 UIN Walisongo Semarang melaksanakan beberapa kegiatan untuk bidang pendidikan dan keagamaan. Salah satu kegiatannya berupa mengajar anak-anak untuk mengaji.
Kegiatan ini difokuskan di TPQ Al-Hidayah yang berlokasi di dusun Rekesan, desa Tegalwaton, kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.
Hal ini dilakukan lantaran kekurangan tenaga pengajar di tempat ini. Tenaga pengajar dan santri yang mengaji kurang seimbang. Sehingga, ini menjadi langkah yang tepat dalam melaksanakan kegiatan.
Kegiatan mengajar mengaji ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan minat membaca Al-Qur'an pada santri. Pelaksanaan kegiatan mengaji dilakukan setiap hari Senin hingga hari Rabu pada pukul 15.30-17.00 WIB, dan setiap hari Kamis pukul 12.30-14.00 WIB. Sedangkan hari Jumat hingga Minggu, mereka belajar mengaji sendiri di rumah.
Naufal selaku anggota KKN merasa senang dapat membantu mengajar mengaji di TPQ ini.
"Saat ini, masih banyak anak-anak yang belum mengerti cara membaca Al-Qur'an yang baik dan benar, dan saya merasa senang dengan adanya kegiatan ini saya juga dapat menambah ilmu pengetahuan saya untuk membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar," ungkap Naufal.
Ibu Nurul, selaku ustazah sekaligus pengasuh di TPQ Al-Hidayah sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN.
2Saat ini kami hanya memiliki 1 pengajar dari sekitar 30 santri. Dengan adanya kegiatan dari rekan-rekan mahasiswa ini sangat membantu saya di TPQ Al-Hidayah," ujar Bu Nurul.
"Selain itu, kegiatan ini mendapatkan antusiasme yang baik dari santri-santri ketika belajar mengaji. Mereka senang bertemu dan berinteraksi dengan kakak-kakak dari KKN," imbuh Bu Nurul.
Pelaksanaan kegiatan ini dengan sistem piket. Jadi semua anggota KKN dapat mengisi sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Ulfa selaku koordinator divisi pendidikan dan keagamaan KKN posko 54 menyampaikan bahwa, "kegiatan mengajar yang dilaksanakan setiap hari Senin sampai Kamis menggunakan sistem piket yang terdiri dari 4-5 anak setiap harinya. Sehingga, semua anggota KKN dapat mengajar mengaji dan berinteraksi langsung dengan santri".
Santri yang mengaji di sini mulai dari jenjang TK hingga SMP. Mereka terbagi dari belajar Iqro', Juz Amma, hingga Al-Quran. Selain itu, mereka juga diajarkan menyanyi lagu islami, menghafal hadis pendek, doa harian, dan lainnya. Hal ini dilakukan agar santri tidak bosan dan menambah wawasan agamanya.
Mahasiswa KKN Reguler UIN Walisongo Semarang desa Tegalwaton berharap para santri lebih bersemangat dalam membaca Al-Quran, serta menjadi orang yang paham agama, dan mengamalkan agama Islam secara kaffah, di tengah tergerusnya nilai-nilai agama yang mulai memudar di kalangan muda. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadikan amal jariyah bagi mahasiswa KKN dalam mengamalkan ilmu yang diterima selama perkuliahan.***