Penulis: Tim KKN Posko 62 Mahasiswa KKN UIN Walisongo
SuaraPantura.com - Dalam rangka mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai, mahasiswa KKN Posko 62 kreasikan totebag Ecoprint.
Ecoprint bisa diartikan proses mencetak kain dengan motif tumbuhan yang diambil dari ekosistem sekitar. Berbagai macam motif ini diambil dari tanaman asli.
Mahasiswa KKN mempelajari teknik pembuatan Ecoprint dan mengajarkannya kepada anak-anak desa setempat dengan cara yang termudah yaitu cara pounding atau memukul. Kain yang diatasnya diberi tanaman atau daun dengan kadar air lumayan tinggi akan dilapisi plastik lalu dipukul-pukul, sampai akhirnya menghasilkan motif daun atau bunga yang beragam.
Anak-anak begitu antusias ketika diajak membuat Ecoprint.
"Wah, ternyata mudah ya kak membuat ecoprint. Prosesnya juga menyenangkan, kita bisa memilih motif dari daun yang kita senangi dan membuatnya sendiri," tutur Dika, salah satu anak desa yang mengikuti pembuatan Ecoprint.
Setelah motif terbentuk kain direndam dengan air tawas. Air tawas berfungsi untuk mengunci warna agar tidak cepat pudar.
Totebag Ecoprint kreasi mahasiswa KKN Posko 62 diberi nama Wastraco. Wastra dimbil dari bahasa Sansekerta yang berarti sehelai kain dan Co berasal dari kata Ecosystem. Motif yang unik dan tidak pasaran menjadi nilai plus dari totebag Wastraco.
Totebag Ecoprint Wastraco dibagikan kepada seluruh perangkat Desa Koripan beserta guru SDN Koripan 01.
Proses pembuatan totebag ecoprint dengan anak Desa Koripan — Tim KKN Posko 62
"Penggunaan tote bag untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sangatlah tepat. Selain itu tote bag Ecoprint yang bermotif dedaunan atau tumbuhan ini sangat unik, karena belum terlalu terkenal di daerah sini," ungkap Nani selaku Bendahara Desa Koripan.
Selain itu, guru SD N Koripan 01 juga mengapresiasi karya dari Mahasiswa KKN dan memberikan ucapan semangat berkarya dan jangan takut mencoba hal baru.***