Penulis: Tim KKN Posko 62
Mahasiswa KKN UIN Walisongo
SuaraPantura.com - Mahasiswa KKN Posko 62 turut aktif dalam kegiatan pengajian ibu-ibu di Dusun Semagu, Desa Koripan, Kecamatan Susukan. Kegiatan ini dilaksanakan setiap malam minggu dan digilir dari mushola ke mushola.
Tidak hanya mengikuti, mahasiswa KKN dipercaya oleh ibu-ibu untuk memberikan mauidhoh hasanah setiap minggunya.
Dalam kesempatan tersebut, Lana Yusriyatul Muna selaku Koordinator Divisi Keagamaan mengisi kultum dengan menceritakan proses ketika manusia menghadapi maut dan gambaran ketika di alam kubur, Sabtu 29 Oktober 2022.
Tema ini diangkat sebagai muhasabah diri, agar manusia mempersiapkan bekal sebelum kematian menjemput.
Lana menjelaskan bahwa manusia takut akan kematian disebabkan oleh dua hal.
"Pertama, tidak tahu seberapa menakutkannya alam kubur dan kehidupan setelahnya. Kedua, terbayang dengan dosa dan tidak siap meninggalkan kenikmatan dunia," katanya.
Sama halnya dengan hal-hal yang menyebabkan ketakutan akan kematian, ketika menghadapi kematian manusia juga dihadapkan dengan dua kondisi.
"Manusia menghadapi kematian dengan dua kondisi, Ibu-ibu. Pertama adalah Husnul Khatimah atau meninggal dengan cara yang baik. Dan kedua Su'ul Khatimah atau meninggal dengan cara yang buruk," imbuhnya.
Dalam musnad Imam Ahmad dan Sahih Abi Hatim, diriwayatkan bahwa amal salih kelak akan menemani manusia dalam alam kubur dengan posisi di sebelah kanan dan menyerupai wujud yang indah. Sebaliknya amal buruk akan menyerupai wujud paling buruk di sebelah kiri.
Sebagai penutup, Lana mengajak jamaah pengajian untuk bersama-sama menjadikan setiap fase kehidupan sebagai iktibar atau pelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Selama pemaparan mauidhoh hasanah jamaah pengajian terlihat antusias untuk mendengarkan.
Ibu Kah sebagai perwakilan memberikan ucapan terima kasih kepada mahasiswa KKN.
"Kami berterimakasih kepada mbak-mbak KKN karena sudah mau berpartisipasi dalam setiap pengajian. Semoga kita semua dapat memetik pelajaran baik dari apa yang sudah dijelaskan. Mempersiapkan bekal lebih banyak untuk dibawa ke akhirat," ujarnya.***