Penulis: Nurul Aska
Mahasiswa UIN Walisongo Semarang
SuaraPantura.com - Dalam rangka menanamkan nilai dasar kepemimpinan pada pemuda Desa Bonomerto, mahasiswa KKN Posko 33 UIN Walisongo Semarang mengadakan Workshop Leadership dengan tema "Membangun jiwa kepemimpinan menuju pemuda yang kreatif dan inovatif" dengan mendatangkan Instruktur MDC Training yaitu Bapak Salik Sabilallah, S.Pd.I sebagai pemateri pada Hari Minggu 23 Oktober 2022 di Balai Desa Bonomerto, Kabupaten Semarang.
Kegiatan workshop leadership ini merupakan kolaborasi antara mahasiswa KKN posko 33 dan posko 34 yang diikuti oleh pemuda/i karang taruna Desa Bonomerto sebanyak 30 orang yang merupakan delegasi dari enam dusun yang ada di Desa Bonomerto. Acara ini dimulai pada pukul 09.00 WIB di gedung aula Balai Desa Bonomerto.
Salik Sabilallah menggunakan metode kelompok dalam membawakan materi kali ini. Metode ini sangat efektif diterapkan pada pemuda karang taruna Desa Bonomerto untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan mereka. Diawali dengan melatih konsentrasi peserta agar fokus selama penyampaian materi sehingga apa yang disampaikan dapat ditangkap oleh peserta.
Dalam pemaparannya, Salik Sabilillah mengatakan bahwa setiap manusia memiliki potensi sebagai seorang pemimpin. Namun sebelum kita memimpin suatu kelompok atau organisasi kita harus memulai dari diri sendiri dengan mengembangkan potensi diri yang kita miliki. Di antara potensi diri yang dapat kita kembangkan adalah potensi fisik, potensi intelektual, potensi emosional, dan potensi spiritual.
Lebih lanjut, Salik Sabilallah juga menyebutkan tujuh prinsip kehidupan untuk mencapai potensi sebagai seorang pemimpin baik bagi diri sendiri maupun kelompok atau organisasi. Tujuh prinsip yang dimaksud adalah budi pekerti, kejujuran, tanggung jawab, visioner, bekerja sama, adil dan peduli.
Tujuh prinsip kehidupan ini langsung diimplementasikan dalam permainan kelompok, dari 30 peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Dalam kelompok ini juga dibentuk ketua kelompok untuk memberikan instruksi kepada anggota kelompok. Terdapat lima permainan untuk melatih potensi diri dan harus melibatkan ke tujuh prinsip kehidupan dalam sesi ini.
Seluruh peserta mengikuti serangkaian acara dengan antusias dan penuh semangat, dan semakin ramai karena ada sorak yel-yel dan jargon dari masing-masing kelompok. Dari kekompakan ketiga kelompok tersebut terlihat bahwa dasar-dasar kepemimpinan sudah tertanam pada diri setiap pemuda karang taruna.
Bagi Rifki salah satu remaja karang taruna workshop leadership ini sangat berkesan, karena bisa membangun jiwa kepemimpinan dan kekompakan antar remaja dengan games kelompok yang dibuat oleh pemateri. Karena dengan ini akan meningkatkan rasa tanggung jawab remaja karang taruna kepada diri sendiri dan masyarakat.
Harapannya dengan workshop leadership ini para pemuda/i karang taruna Desa Bonomerto dapat menjadi pemimpin bagi diri sendiri dan kelompok atau organisasi disekitarnya dan ikut membangun bangsa dan negara.***