Penarikan KKN, Mahasiswa UIN Walisongo Begikan Papan Penunjuk Jalan dan Cinderamata
Tim Suara Pantura 02•
Jateng Pantura
Penulis: Fatih Ahmad Hilmy Mahasiswa UIN Walisongo Semarang
SuaraPantura.com - Mahasiswa KKN UIN Walisongo resmi berpisah dengan warga Desa Gunung Tumpeng. Ini ditandai dengan kegiatan penarikan yang berlokasi di Balai Desa Gunung Tumpeng. Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat Desa Gunung yang meliputi Kepala Desa Gunung Tumpeng, Bendahara Desa Gunung Tumpeng, dan seluruh Kepala Dusun yang berada di Desa Gunung Tumpeng.
Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB yang diawali sambutan pertama disampaikan oleh koordinator Desa Gunung Tumpeng, Fatih Ahmad Hilmy.
“Saya selaku perwakilan teman-teman KKN UIN Walisongo Semarang mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Desa Gunung Tumpeng yang telah menerima kami dengan hangat dan meminta maaf untuk segala kesalah kesalahan yang kami lakukan,” ujarnya, Jumat 4 November 2022.
Sambutan kedua disampaikan oleh Sutriyono selaku Kepala Desa Gunung Tumpeng.
“Terimakasih saya ucapkan kepada seluruh mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang yang telah memberikan motivasi, leadership, dan kontribusi dalam masyarakat Desa Gunung Tumpeng ini. Saya selaku Kepala Desa Gunung Tumpeng meminta maaf untuk segala kesalahan saya pribadi serta masyarakat Gunung Tumpeng ini,” tuturnya.
Sambutan berikutnya sekaligus yang terakhir disampaikan oleh Angga Hardiansyah selaku dosen pembimbing lapangan KKN UIN Walisongo Semarang.
“Sebagai pembimbing kkn saya ucapkan terimakasih kepada perangkat dan seluruh masyarakat Desa Gunung Tumpeng yang telah menerima dan membimbing mahasiswa kami selama 45 hari dengan memberikan masukan, pengalaman yang berguna untuk masa depan mereka. Tak lupa saya perwakilan dari UIN walisongo mengucapkan mohon maaf terhadap kesalahan mahasiswa kami selama 45 hari saat kegiatan kkn ini.Terakhir yang sampaikan kepada desa gunung tumpeng semoga seluruh masyarakat dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan desa ini,” ungkapnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa. Setelah pembacaan doa selesai kegiatan ditutup oleh pembawa acara.
“Semoga kegiatan kkn di gunung tumpeng ini dapat membawa manfaat bagi kita semua,” ujar Rizqa Fajri selaku pembawa acara penarikan KKN UIN Walisongo.
Setelah kegiatan ditutup pembawa acara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama hadirin.
Kegiatan penarikan resmi usai sekitar pukul 11.00 WIB. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian papan penunjuk jalan kepada masing-masing Kepala Dusun yang berada di Desa Gunung Tumpeng. Pemberian ini dimaksudkan sebagai penunjuk jalan dan identitas dusun.
Pembagian papan penunjuk jalan kepada Kepala Dusun Gunung Tumpeng — Fatih Ahmad Hilmy
Pemberian papan ini dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Pembagian papan pertama ini dimulai di Dusun Kronden.
“Semoga kegiatan kkn di gunung tumpeng ini dapat membawa manfaat bagi kita semua. Terimakasih telah membantu kelancaran kegiatan di TPA, posyandu, dan kegiatan positif lain nya. Saya sebagai Kepala Desa disini meminta maaf untuk segala kesalahan saya maupun warga Dusun Kronden,” ujar Saifudin selaku Kepala Dusun Kronden.
Kegiatan pemberian papan penunjuk jalan ini diakhiri di Dusun Karanggondang.
“Mewakili dusun ini saya mengucapkan terimakasih untuk kegiatan positif yang dijalankan. Semoga apa yang kalian sedekahkan menjadi amal jariyah bagi kalian. Semoga kita dapat bertemu lagi dalam suasana yang lebih baik,” ujar Ismail selaku Kepala Dusun Karanggondang.
Kegiatan penarikan KKN UIN Walisongo Semarang dan pembagian papan penunjuk jalan usai pukul 17.30 WIB tanpa kendala apapun.***