Penulis: Oleh Nurul Aska
Mahasiswa KKN Reguler 79 UIN Walisongo Semarang Posko 33
SuaraPantura.com - Menjadi pendukung UMKM lokal Desa Bonomerto, Mahasiswa KKN Reguler UIN Walisongo Semarang Posko 33 aktif dalam pelatihan kerajinan tali kur bersama ibu-ibu PKK Desa Bonomerto, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang pada hari Selasa 25 Oktober 2022.
Program pelatihan ini dilaksanakan oleh ibu-ibu PKK Desa Bonomerto dengan mengundang pemilik usaha kerajinan tas dari tali kur yaitu ibu Sri untuk memberikan pelatihan kepada warga Desa Bonomerto dan tim KKN posko 33 dan posko 34. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung aula Balai Desa Bonomerto.
Kerajinan tangan yang berasal dari tali kur memiliki nilai jual yang tinggi, hanya saja dalam pembuatannya membutuhkan keterampilan khusus. pengerjaan kerajinan tali kur juga membutuhkan kesabaran dan keuletan karena harus dirajut satu persatu.
Sehingga tidak semua orang bisa menekuni bisnis kerajinan tangan dari tali kur. Karena hal ini, PKK Desa Bonomerto mengadakan pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari tali kur, dengan harapan dapat membantu perekonomian warga melalui pemberdayaan ibu rumah tangga Desa Bonomerto.
Dalam hal ini ibu Sri sebagai pemilik usaha kerajinan tali kur meyampaikan, pembuatan kerajinan dari tai kur bukanlah suatu hal yang mudah dibutuhkan keuletan dan kesabaran dalam merajutnya.
“Membuat kerajinan tangan bukanlah hal yang mudah, butuh kesabaran dan keuletan dalam proses pembuatannya. Seperti kerajinan tali kur ini harus telaten dalam merajutnya, membuat pola sebelumnya kemudian dirajut”. Terang ibu Sri pemilik usaha kerajinan tali kur.
Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode kelompok kerja, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang sudah disediakan tali kur yang kemudian dipraktikan ibu Sri sehingga peserta mengikuti langkah demi langkah pembuatan kerajin tas dan dompet menggunakan tali kur.
Seluruh peserta dengan antusias mengikuti pelatihan ini baik dari ibu-ibu warga setempat dan tim KKN posko 33 dan 34. Karena peserta pelatihan ini adalah ibu rumah tangga, selain mendapatkan pengalaman dari pelatihan ini tim KKN juga berbagi cerita mengenai kearifan lokal Desa Bonomerto.
“Pelatihan ini merupakan kegiatan yang menarik, karena selain bisa menjadi kegiatan di waktu luang kerajinan tali kur juga bisa menjadi penghasilan tambahan karena nilai jualnya yang tinggi”. Lanjut ibu Sri.
Harapannya dengan pelatihan ini dapat membantu perekonomian warga Desa Bonomerto, karena kebanyakan ibu-ibu di Desa ini adalah ibu rumah tangga. Dan kerajinan tali kur ini merupakan kegiatan yang fleksibel sehingga bisa dikerjakan kapanpun selagi ada waktu.***