SuaraPantura.com - Kabupaten Pemalang memiliki banyak potensi seni dan budaya yang keren.
Salah satunya seni Jaran Ebeg atau kuda lumping khas Pemalang. Dalan pertunjukan tersebut, tak jarang para pemain mengalami kesurupan. Nah disitulah ada peranan penting sang dukun atau pawang Jaran Ebeg untuk menyembuhkan pemain yang kesurupan.
Di Pemalang, ada dukun atau pawang cantik yang mrmbuat banyak orang kagum. Pasalnya, Ia sangat mahir menyembuhkan para pemain Jaran Ebeg yang kesurupan.
Banyak yang meyakini bahwa wanita cantik ini bukanlah orang sembarangan melainkan dukun sakti atau pawang yang mumpuni.
Dialah Shely (33), dukun cantik yang berasal dari Belik, Kabupaten Pemalang ini berhasil viral pasca peringatan hari jadi Pemalang.
Pasalnya, aksinya menjadi dukun atau pawang jaran ebeg ini berhasil memukau penonton di Alun-alun Pemalang pada Minggu, 22 Januari 2023.
Bagaimana tidak, diantara para pemain Jaran Ebeg, Shely menjadi perhatian lantaran parasnya nan ayu.
Shely merupakan ketua paguyuban Turonggo Dewi Sinta yang juga merangkap dukun kuda lumping atau pawang.
Sherly mengaku telah jatuh cinta kepada kuda lumping dari semasa kecil. Kemudian, ia bertekad untuk mengembalikan kejayaan kesenian tradisional yang pernah menjadi hiburan favorit bagi masyarakat Jawa pada masa dulu.
“Saya suka ebeg (kuda lumping) dari dulu. Setelah tahu tentang kebatinan, saya langsung terjun ke lapangan,” kata Shely, Sabtu 21 Januari 2023.
Shely juga mengaku tergerak hati menjaga (nguri-uri) kesenian ini karena sudah mulai terpinggirkan akibat derasnya budaya luar yang masuk ke Tanah Air.
Sementara salah satu alasannya mendirikan grup kuda lumping ‘Turonggo Dewi Sinta’ adalah untuk menjaga martabat atau harga diri para penari wanita.
Ia mengatakan, saat ini banyak orang tua melarang anak perempuannya belajar seni kuda lumping. Sebab menurutnya, pada saat trance atau kesurupan yang mengobati adalah pawang laki-laki.
“Jadi banyak penari jaran ebeg wanita, saat kesurupan, mereka diobati pawang laki-laki. Itulah kenapa saya turun ke lapangan. Saya mengobati penari ebeg perempuan, supaya mereka ada harga dirinya,” ujarnya.
Terakhir ia berharap, Pemkab Pemalang lebih memperhatikan lagi keberadaan seni tradisional yang menurut dia masih banyak diminati masyarakat.
“Semoga Pemerintah (Pemkab) Pemalang memberikan perhatian lebih kepada seni tradisional di Pemalang seperti seni jaran ebeg ini, agar lestari,” terangnya.
***