SuaraPantura.com - Menjelang ibadah Haji tahun 2023/1444 H, Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Pemalang mengungkapkan kuota pemberangkatan Jamaah Calon Haji.
Untuk Kabupaten Pemalang bertambah dari 305 jamaah menjadi 500 jamaah yang akan diberangkatkan ketanah suci. Hal tersebut menjadi kabar gembira bagi para calon jamaah haji.
Mengingat adanya usulan kenaikan biaya wacana dari Kementruan Agama namun terlihat berbeda dari dua tahun sebelumnya para jamaah lansia khususnya tahun ini sudah bisa di berangkatkan.
Kepala Kemenag Pemalang pada Selasa 31 Januari 2023, Roziqun saat di mintai keterangan mengatakan adanya penambahan kuota haji ini mendapatkan respon yang baik dari para calon jamaah haji terutama lansia.
Mengingat di dua tahun kebelakang akibat adanya Pandemi Covid-19 serta pembatasan para jamaah lansia yang tidak diberangkatkan karena larangan dari Pemerintah setempat (Saudi Arabia).
"Menjelang pemberangkatan kita sudah mengumpulkan daftar nama-nama calon jamaah haji yang nanti akan berangkat, dan alhamdulillah untuk yang nantinya akan berangkat kita prioritaskan adalah para calon jamaah dari kuota tahun 2021 dan tahun 2022 yang belum berangkat pada tahun utu," ujarnya.
Nantinya dari 500 calon jamaah haji kuota Kabupaten Pemalang yang akan di berangkatkan di tahun ini, serta guna persiapan pihaknya telah melakukan pembimbingan haji terutama dalam mempersiapkan kesehatan agar tidak ada halangan selama melaksanakan ibadah haji.
"Sudah kita koordinasikan kepada biro perjalanan haji untuk menginformasikan ke mereka tentang kuota dan biaya haji 2023 ini. Terutama persiapan para calon jamaah saat berangkat serta pelaksanaan ibadah haji nantinya," ucapnya.
Perihal adanta kabar kenaikan biaya haji, dirinya membenarkan hal tersebut walaupun masih dalam tahap pengajuan belum adanya keputusan dari Kemenag RI, di sinyalir naiknya biaya tersebut karena melihat perekonomian global saat ini.
"Soal kabar terkait kenaikan nya itu masih proses pengajuan dari Mentri Agama dan sekarang masih jadi pertimbangan belum final, Pertimbangannya karena ekonomi dunia, selain itu juga peningkatan fasilitas pengelolaan jadi salah satu alasannya," terangnya.***
(Abimanyu)