Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Boccia Indonesia Jajal Venue Asian Para Games 2026 di Nagoya, Bidik Satu Emas

M teguh•
Olah Raga

Foto: Republika

Suarapantura.com - Tim boccia Indonesia mulai mematangkan persiapan menuju Asian Para Games 2026 dengan menjajal arena pertandingan di Nagoya City General Gymnasium, Jepang, pada Rabu (14/10/2026). Sesi uji coba arena itu dimanfaatkan untuk mengasah persiapan sekaligus menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan sebelum pertandingan dimulai pada Jumat (16/10/2026).

Lima atlet dibawa ke Nagoya, yakni Muhamad Afrizal Syafa, Handayani, Felix Ardi Yuda, Muhammad Bintang Satria, dan Gischa Zayana. Mereka berlatih selama 120 menit dengan mengulang materi yang telah disiapkan di Indonesia. Setiap lemparan langsung dievaluasi oleh lima pelatih pendamping, sementara para atlet juga mengamati latihan kontingen negara lain di venue yang sama.

Afrizal dan Handayani turun di kelas BC1, sedangkan Felix, Bintang, dan Gischa berlaga di kelas BC2.

Marc Marquez Tercepat di FP1 MotoGP Malaysia 2026, Jorge Martin Terpuruk di Posisi 20
Baca Juga · Olah Raga
Marc Marquez Tercepat di FP1 MotoGP Malaysia 2026, Jorge Martin Terpuruk di Posisi 20

Koordinator pelatih boccia Indonesia, Islahuzzaman Nur Yadin, mengaku optimistis. Ia menyebut timnya datang dengan modal kepercayaan diri setelah menyapu gelar juara umum dalam tiga kejuaraan uji coba sebelum Asian Para Games 2026.

Target yang dipasang masih sama seperti pada Asian Para Games 2022 di Hangzhou, yakni satu medali emas. Namun, Islah menilai peluang untuk melampaui target tersebut tetap terbuka apabila para atlet mampu mempertahankan penampilan terbaiknya.

Empat Wakil Indonesia Tembus Perempat Final Hylo Open 2026
Baca Juga · Olah Raga
Empat Wakil Indonesia Tembus Perempat Final Hylo Open 2026

Peluang terbesar disebut berada di nomor beregu. Komposisi tim dinilai menjanjikan, terlebih sistem pertandingan yang masih dipakai di Nagoya dinilai sesuai dengan kekuatan atlet Indonesia. Nomor perorangan BC1 putra dan putri yang diperkuat Afrizal dan Handayani juga dipandang sebagai peluang, sementara kelas BC2 diperkirakan lebih berat karena persaingan yang ketat.

Handayani, atlet boccia asal Banten yang turun di nomor BC1 putri, mengaku sudah siap. Ia mengatakan telah memiliki gambaran kekuatan lawan, menargetkan podium terbaik, dan berharap bisa meraih emas. Menurutnya, kunci penampilan terletak pada manajemen diri, yakni tetap tenang, fokus, dan menjalankan strategi yang tepat. Ia menyebut Singapura sebagai lawan terberat sejauh ini.

Timnas U-15 Indonesia Hadapi Benin di Laga Penentu Peringkat 71 Piala Dunia U-15
Baca Juga · Olah Raga
Timnas U-15 Indonesia Hadapi Benin di Laga Penentu Peringkat 71 Piala Dunia U-15

Seluruh peserta boccia dijadwalkan mengikuti technical meeting pada Kamis (15/10/2026) sore untuk membahas hal teknis, termasuk penentuan lawan sejak hari pertama pertandingan.

Islah juga mengingatkan bahwa Asian Para Games 2026 bukan ajang penentu satu tempat menuju Paralimpiade Los Angeles 2028. Karena itu, para atlet diminta tampil tanpa beban dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia.

Secara keseluruhan, kontingen Indonesia mengirim 103 atlet ke Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya yang berlangsung 18-24 Oktober 2026, dengan target tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu serta finis di 10 besar klasemen.

Sumber: Republika dan Banua Today.

Tags:
#boccia indonesia#asian para games 2026#nagoya#npc indonesia#olahraga disabilitas#timnas indonesia
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…