Suarapantura.com - Setelah tujuh tahun vakum, kompetisi sepak bola putri kasta tertinggi Indonesia akhirnya kembali bergulir. Liga Putri Indonesia atau Indonesia Women's League (IWL) musim 2026/2027 dijadwalkan kick-off pada Sabtu, 17 Oktober 2026, dengan laga pembuka mempertemukan Persija Jakarta melawan Persita Tangerang di Lapangan Soemantri Brodjonegoro, Jakarta.
Kembalinya liga putri menjadi kabar yang lama dinanti. Terakhir kali kompetisi serupa digelar pada 2019 dengan nama Liga 1 Putri, yang saat itu dimenangi Persib Putri. Setelah itu, kompetisi sempat terhenti, awalnya karena pandemi, dan tak kunjung digelar secara reguler hingga akhirnya PSSI bersama I.League mengumumkan kelahirannya kembali.
Sebanyak enam klub ambil bagian pada musim perdana ini, yakni Persija Jakarta, Persita Tangerang, Dewa United FC, FC Bekasi City, Persikad Depok, dan Garudayaksa FC. Seluruh pertandingan akan digelar terpusat di Lapangan Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, dengan konsep sports festival yang memadukan pertandingan dan aktivitas pendukung bagi suporter serta keluarga.
Format kompetisi menggunakan sistem triple round-robin. Setiap klub akan bertemu lawan yang sama sebanyak tiga kali, sehingga masing-masing tim menjalani 15 pertandingan pada fase awal. Empat klub teratas kemudian melaju ke semifinal, dan para pemenangnya bertemu pada partai final. Kompetisi dijadwalkan berlangsung hingga Januari 2027.
Dari sisi regulasi, setiap klub diperbolehkan mendaftarkan maksimal empat pemain asing. Selain itu, setiap tim juga diperkuat pemain tim nasional putri Indonesia. Skema ini diharapkan menjaga keseimbangan kompetisi sekaligus memberi ruang bagi pemain muda untuk belajar dari pemain senior dan pemain timnas.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut kembalinya liga putri dengan penuh semangat. Ia menegaskan sepak bola putri tidak dinomorduakan dalam kepengurusan PSSI saat ini, dan tim nasional putri berjalan seiring dengan tim nasional putra.
Salah satu peserta, Persita Women, terus mematangkan persiapan jelang laga pembuka. Di bawah pelatih Febriardi Bobihoe, tim telah memasuki pekan ketiga latihan dengan fokus pada fisik dan stamina, ditambah uji coba setiap pekan. Persita saat ini sudah mengantongi 18 pemain, termasuk beberapa nama yang pernah merasakan panggung tim nasional, dan menargetkan skuad akhir berjumlah 24 pemain sebelum musim dimulai.
Laga pembuka melawan Persija menjadi ujian awal yang menarik bagi Persita. Persija dikenal memiliki lini sepak bola putri yang lebih mapan, sementara Persita datang dengan status pendatang yang bisa bermain tanpa beban. Bagi sepak bola putri Indonesia, kick-off akhir pekan ini menjadi titik awal baru untuk membangun karier profesional bagi pesepak bola putri di dalam negeri.
Sumber: GoodStats (Antara), BekisarMedia, Cikayasa, Validnews.