Suarapantura.com - Persijap Jepara mengambil keputusan besar di awal BRI Super League 2026/2027. Manajemen Laskar Kalinyamat resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Mario Lemos pada Kamis (15/10/2026), setelah tim menelan empat kekalahan beruntun tanpa satu pun poin.
Keputusan itu diambil menyusul kekalahan telak 1-6 dari Bali United pada Sabtu (10/10/2026). Hasil tersebut menjadi pukulan paling berat bagi Persijap sejauh musim ini dan memperpanjang tren negatif yang sudah berlangsung sejak pekan pembuka.
Dalam empat laga awal, Persijap belum pernah meraih poin. Rinciannya, Persijap kalah 0-2 dari Madura United, kalah 0-1 dari Borneo FC, kalah 1-2 dari Persib Bandung, lalu kalah 1-6 dari Bali United. Dari empat pertandingan itu, Persijap baru mencetak dua gol dan sudah kebobolan 11 gol.
Manajemen menyebut pergantian pelatih sebagai bagian dari evaluasi dan pembenahan tim. Persijap menilai perubahan diperlukan agar perjalanan tim tetap sesuai arah yang ditargetkan dalam kompetisi yang masih panjang. Manajemen juga menegaskan bahwa pergantian pelatih merupakan dinamika profesional dalam sepak bola.
Pemecatan Lemos menjadi pergantian pelatih kedua yang dilakukan Persijap dalam empat pekan pertama musim ini. Sebelumnya, Persijap juga berpisah dengan Juan Cortes menjelang pekan ketiga setelah tim menelan dua kekalahan beruntun pada awal musim.
Untuk mengisi kekosongan, Persijap menunjuk Antonio Claudio sebagai caretaker. Antonio sebelumnya menjabat asisten pelatih Mario Lemos, sehingga dinilai sudah memahami karakter pemain dan situasi internal tim. Ia akan memimpin Persijap selama masa transisi hingga manajemen menentukan langkah selanjutnya untuk posisi pelatih kepala.
Tugas pertama Antonio tidak ringan. Persijap harus segera memperbaiki pertahanan yang sejauh ini menjadi titik paling rapuh, sekaligus mengembalikan kepercayaan diri pemain yang tertekan rentetan hasil buruk. Selain membenahi organisasi permainan, tim juga membutuhkan hasil positif agar tidak semakin tertinggal di papan bawah klasemen.
Laga pekan kelima melawan Isenmulang FC menjadi ujian awal bagi Persijap di bawah pelatih sementara. Kedua tim sama-sama belum meraih kemenangan perdana dan sama-sama sudah kebobolan 11 gol dari empat pertandingan, sehingga duel tersebut diperkirakan berlangsung sengit dan penuh tekanan.
Persijap kini dituntut bangkit dengan cepat. Pergantian pelatih diharapkan menjadi momentum pembenahan, mulai dari konsistensi permainan, disiplin bertahan, hingga mental bertanding. Dukungan suporter juga diharapkan tetap terjaga agar tim bisa melewati masa sulit ini.
Apakah Antonio Claudio mampu menghentikan tren negatif Persijap dan mempersembahkan kemenangan perdana musim ini? Jawabannya akan terlihat pada laga berikutnya, ketika Laskar Kalinyamat berusaha keluar dari posisi sulit di awal Super League 2026/2027.
Sumber: Metro8 News, Queensha.id