Suarapantura.com - Tantangan baru menanti Veda Ega Pratama saat Moto3 berlanjut ke Australia. Pembalap Honda Team Asia itu akan menjalani penampilan perdananya di Sirkuit Phillip Island, sebuah lintasan yang belum pernah dijajalnya sepanjang karier balap grand prix.
Veda datang ke Australia dengan modal positif dari balapan kandang di Mandalika. Pada Grand Prix Indonesia, Minggu (11/10/2026), ia finis keenam setelah sempat bertarung di rombongan terdepan. Hasil tersebut menambah 10 poin dan menempatkannya di posisi ketujuh klasemen sementara Moto3 2026 dengan 115 poin.
Meski demikian, Phillip Island menghadirkan pekerjaan rumah yang berbeda. Veda mengakui belum memiliki pengalaman membalap di sirkuit yang terletak di negara bagian Victoria itu. Karena itu, target utamanya bukan sekadar kecepatan, melainkan kemampuan beradaptasi secepat mungkin sejak sesi awal.
Dalam wawancara dengan GridOto seusai balapan di Mandalika, Veda menyebut penampilan di Phillip Island akan menjadi pengalaman pertama baginya. Ia berharap bisa segera memahami karakter lintasan, termasuk tikungan-tikungan cepat dan perubahan arah yang menjadi ciri sirkuit tersebut.
Selain mempelajari trek, Veda menaruh perhatian besar pada manajemen balapan. Ia ingin lebih cermat membaca situasi lomba sepanjang balapan, termasuk mengantisipasi insiden yang melibatkan pembalap lain di depannya agar peluang finis tetap terjaga.
Pencarian pengaturan motor yang tepat juga menjadi agenda utama sejak latihan. Veda berencana memanfaatkan setiap sesi untuk menemukan setelan yang paling sesuai dengan karakter Phillip Island, yang dikenal cepat dan mengalir.
Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, sebelumnya memberikan apresiasi atas penampilan Veda di Mandalika. Menurut Aoyama, Veda bertarung sengit di zona podium dengan catatan waktu putaran yang konsisten, meski akhirnya harus puas finis di posisi keenam.
Dukungan penonton di Mandalika menjadi modal tambahan bagi Veda. Atmosfer balapan kandang disebut memberi motivasi ekstra bagi pembalap maupun seluruh anggota tim untuk melanjutkan tren positif di seri berikutnya.
Seri Australia akan menjadi ujian adaptasi yang sesungguhnya. Jika Veda mampu cepat menyatu dengan Phillip Island dan menjaga ritme balapnya, peluang untuk kembali bersaing di rombongan depan tetap terbuka. Sebaliknya, kesalahan kecil dalam membaca lintasan baru bisa berakibat mahal di level Moto3 yang persaingannya sangat rapat.
Untuk saat ini, fokus Veda jelas: belajar cepat, menemukan setelan terbaik, dan mengelola balapan dengan lebih matang. Hasil di Phillip Island akan menjadi penanda penting sejauh mana perkembangannya sebagai pembalap debutan musim ini.
Sumber: GridOto melalui SuaraGarut dan LensaHukum, TMCBlog.