Suarapantura.com - Kontingen Indonesia memulai perjuangannya di Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, pada Jumat (16/10/2026). Dua cabang olahraga, para bulu tangkis dan para tenis meja, menjadi pembuka langkah Merah Putih karena babak kualifikasinya digelar sebelum upacara pembukaan resmi.
Pertandingan para bulu tangkis berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, sedangkan para tenis meja digelar di Sky Hall Toyota. Kedua cabang tersebut dijadwalkan lebih dulu mengawali rangkaian pertandingan kontingen Indonesia, sementara upacara pembukaan baru akan berlangsung pada Minggu (18/10/2026).
Indonesia mengirimkan 103 atlet dari 12 cabang olahraga ke ajang ini. Rinciannya meliputi para atletik, para bulu tangkis, para renang, para angkat berat, para tenis meja, para panahan, para judo, boccia, para balap sepeda, para menembak, anggar kursi roda, dan para taekwondo. Total kontingen mencapai 210 personel, termasuk 107 ofisial dan pendamping.
Rombongan tiba di Bandar Udara Internasional Chubu Centrair, Nagoya, pada Selasa (13/10/2026) dengan pesawat carter Garuda Indonesia. Chef de Mission kontingen Indonesia, Reda Manthovani, mengatakan masa awal di Nagoya dimanfaatkan para atlet untuk beradaptasi dengan lingkungan, venue, dan cuaca sebelum bertanding.
Di cabang para bulu tangkis, sejumlah wakil Indonesia dijadwalkan tampil pada hari pertama. Supriadi dijadwalkan menghadapi Zhao Xin dari China pada fase round robin tunggal putra WH2. Pada nomor ganda campuran, Fredy Setiawan dan Khalimatus Sadiyah dijadwalkan melawan pasangan India di kelas SL3-SU5, sementara Subhan dan Rina Marlina dijadwalkan menghadapi wakil Thailand di kelas SH6.
Muhammad Al Imran dijadwalkan bertemu Mongkhon Bunsun dari Thailand pada tunggal putra SL3, sedangkan Hikmat Ramdani dijadwalkan menghadapi Jeon Sunwoo dari Korea Selatan pada tunggal putra SL4. Pada sektor putri, Leani Ratri Oktila yang menjadi unggulan pertama tunggal putri SL4 dijadwalkan melawan Kanak Singh Jadaun dari India.
Indonesia juga mengandalkan sejumlah pasangan ganda. Muhammad Al Imran dan Suryo Nugroho dijadwalkan menghadapi pasangan Korea Selatan pada ganda putra SL3-SU5. Pada ganda putri, Leani Ratri Oktila dan Khalimatus Sadiyah dijadwalkan melawan pasangan India, sementara Warining Rahayu dan Qonitah Ikhtiar Syakuroh dijadwalkan menghadapi pasangan unggulan pertama India.
Pada cabang para tenis meja, Adyos Astan dijadwalkan menghadapi Digam Chemjong dari Nepal pada Grup F tunggal putra kelas 4-5. Sella Dwi Radayana dijadwalkan melawan Shiau-Wen Tian dari Taiwan pada Grup A tunggal putri kelas 10, sedangkan Leli Marlina dijadwalkan menghadapi wakil Kamboja pada Grup F tunggal putri kelas 4-5.
Kontingen Indonesia mematok target tujuh medali emas dan finis di 10 besar Asian Para Games 2026. Koordinator tim pelatih para bulu tangkis Indonesia, Jarot Hernowo, menyebut pasangan Leani Ratri Oktila dan Hikmat Ramdani menjadi andalan pada nomor ganda campuran SL3-SU5, sekaligus optimistis medali juga bisa datang dari nomor-nomor lain.
Hasil dari dua cabang pembuka ini diharapkan memberi awal yang baik bagi seluruh kontingen. Setelah para bulu tangkis dan para tenis meja, cabang-cabang lain akan menyusul bertanding seiring bergulirnya pesta olahraga disabilitas tingkat Asia tersebut.
Sumber: Mili.id, RCTI+.