Suarapantura.com - Indonesia menutup Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026 dengan dua gelar juara. Dua partai final yang digelar di Cairo International Stadium, Kairo, Mesir, pada Sabtu (17/10/2026), sama-sama dimenangi wakil Merah Putih.
Gelar pertama datang dari sektor ganda campuran. Muhammad Luthfi Habibi dan Dian Ramadhani Mukti mengalahkan pasangan Tiongkok, Yi Lang Feng dan Meng Han Li, lewat pertarungan tiga gim yang berakhir 17-15, 8-15, 16-14.
Laga itu berjalan dramatis hingga poin terakhir. Luthfi/Dian merebut gim pembuka dengan skor tipis, lalu kehilangan gim kedua setelah pasangan Tiongkok tampil lebih rapi. Pada gim penentu, wakil Indonesia sempat tertinggal 11-14 dan berada di ambang kekalahan. Namun, mereka bangkit, menyamakan kedudukan, dan menutup pertandingan dengan kemenangan 16-14.
Kemenangan tersebut menjadikan Luthfi/Dian pasangan ganda campuran Indonesia kelima yang menjuarai Kejuaraan Dunia Junior. Sebelumnya, gelar di sektor ini pernah diraih Alfian Eko Prasetya/Gloria Emanuelle Widjaja pada 2011, Edi Subaktiar/Melati Daeva Oktavianti pada 2012, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari pada 2017, serta Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil pada 2018. Artinya, Indonesia menunggu delapan tahun untuk kembali melihat ganda campurannya naik ke podium tertinggi ajang ini.
Gelar kedua dipersembahkan Radithya Bayu Wardhana dari sektor tunggal putra. Pada final sesama pemain Indonesia, Radithya mengalahkan Fardhan Rainanda Joe dengan skor 15-9, 11-15, 15-8. Ini merupakan final tunggal putra pertama yang mempertemukan dua wakil Indonesia sepanjang sejarah Kejuaraan Dunia Junior.
Radithya tampil agresif sejak gim pertama dan sempat mencetak delapan poin beruntun untuk unggul jauh. Fardhan membalas pada gim kedua melalui pertahanan yang solid dan serangan balik yang terukur. Namun, pada gim penentu, Radithya kembali memegang kendali dan memastikan gelar setelah unggul 15-8.
Dengan hasil ini, Radithya menjadi tunggal putra Indonesia kedua yang menjuarai Kejuaraan Dunia Junior, setelah Alwi Farhan pada 2023. Fardhan, yang sebelumnya menjadi runner-up Kejuaraan Asia Junior tahun ini, harus puas dengan medali perak.
Jalan menuju final juga tidak mudah bagi ketiga wakil Indonesia. Luthfi/Dian lolos setelah menyingkirkan pasangan Taiwan pada semifinal, sementara Fardhan menumbangkan unggulan pertama asal Prancis, Mady Sow, dan Radithya mengalahkan wakil India, Jagsher Singh Khangurra. Dari tiga finalis, Indonesia akhirnya membawa pulang dua emas dan satu perak.
Dua gelar di Kairo menjadi sinyal positif bagi regenerasi bulutangkis Indonesia. Para juara junior ini kini menghadapi tantangan berikutnya, yakni membuktikan diri di level senior.
Sumber: CNN Indonesia, BolaSport, Okezone.