Suarapantura.com - Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri memastikan tempat di final Denmark Open 2026 lewat jalan yang tidak biasa. Pada semifinal di Odense, Sabtu (17/10), mereka mengalahkan pasangan China Liang Wei Keng/Wang Chang dalam tiga gim, meski sempat diganjar kartu merah pada gim penentuan.
Fajar/Fikri yang ditempatkan sebagai unggulan ketiga memenangi gim pertama 21-16. Pasangan China yang berstatus unggulan kedua membalas pada gim kedua dengan skor 16-21, sehingga laga harus ditentukan lewat gim ketiga. Pada gim penentuan itu, Fajar/Fikri sempat memimpin 19-15 sebelum insiden kartu merah terjadi.
Wasit memberikan kartu merah kepada pasangan Indonesia karena dinilai memperlambat permainan dan menunda servis. Hukuman itu membuat lawan otomatis mendapat satu poin sehingga skor berubah menjadi 19-16. Sebelum kartu merah, Fajar/Fikri sudah lebih dulu menerima kartu kuning.
Meski begitu, Fajar/Fikri tidak kehilangan kendali. Mereka meraih dua poin beruntun untuk menutup gim ketiga 21-16 dan menyegel kemenangan setelah bertarung selama 58 menit.
Fajar menjelaskan bahwa mereka tidak bermaksud mengulur waktu. Menurutnya, mereka sedang mengganti kok yang sudah rusak dan sudah mendapat izin dari wasit untuk melakukan pergantian tersebut. Namun, kartu merah justru diberikan ketika mereka kembali ke lapangan.
"Kami tidak mendelay tapi kami berusaha mencoba mengganti shuttlecock yang sudah rusak tapi pas kembali ke lapangan kami sudah dikasih kartu merah padahal umpire sudah mengizinkan untuk ganti," ujar Fajar dalam keterangan resmi PBSI.
Fajar juga menyoroti aturan time clock yang diterapkan pada turnamen ini. Ia menyebut aturan tersebut masih baru bagi mereka karena di Indonesia belum pernah diberlakukan sanksi kartu kuning atau merah semacam itu. Menurutnya, aturan baru itu perlu ditinjau ulang, apalagi mulai tahun depan format gim berubah menjadi 15 poin sehingga tempo permainan menjadi semakin cepat dan pemain dituntut siap melakukan servis tanpa jeda yang cukup untuk mengambil napas.
Sementara itu, Fikri mengaku bersyukur bisa kembali ke final Denmark Open bersama Fajar. Ia menyebut perjalanan mereka tidak mudah dan menegaskan masih ada satu laga yang harus dimenangi. Pada final yang digelar Minggu (18/10), Fajar/Fikri akan menghadapi ganda putra Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik, yang pada semifinal lainnya mengalahkan pasangan Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Fajar/Fikri menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di turnamen BWF Super 750 tersebut. Kemenangan pada final akan menjadi gelar penting bagi pasangan ini sekaligus penutup manis setelah melewati laga semifinal yang penuh drama.
Sumber: PBSI, Terkini24.