Suarapantura.com - French Open 2026 bergulir mulai Selasa, 20 Oktober 2026, di Arena Grand Paris, Paris. Turnamen level HSBC BWF World Tour Super 750 ini berlangsung hingga Minggu, 25 Oktober 2026, dan Indonesia mengirimkan 14 wakil ke ibu kota Prancis tersebut.
Undian babak pertama langsung menyajikan tiga duel sesama wakil Indonesia. Artinya, tiga wakil Merah Putih dipastikan terhenti pada babak 32 besar karena harus saling mengalahkan untuk melaju ke babak 16 besar.
Pada nomor tunggal putra, Jonatan Christie yang berstatus unggulan keempat langsung berhadapan dengan rekan senegaranya, Moh Zaki Ubaidillah. Pertemuan ini menjadi duel resmi pertama antara keduanya di ajang BWF. Jonatan menanggapi hasil undian tersebut dengan santai dan menyebut laga melawan Ubed akan dijalani seperti sesi latih tanding di pelatnas. Sepekan sebelumnya, Jonatan harus mengakui keunggulan Alwi Farhan pada Denmark Open 2026.
Alwi Farhan sendiri membuka langkahnya dengan menghadapi Lin Chun-yi asal Taiwan. Jika mampu melaju, pebulu tangkis muda Indonesia itu berpotensi bertemu juara bertahan pada babak berikutnya. Sementara itu, pada nomor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani yang ditempatkan sebagai unggulan kelima akan menghadapi Devika Sihag dari India.
Dua duel sesama Indonesia lainnya terjadi pada nomor ganda. Pada ganda putra, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berhadapan dengan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Pada ganda putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari akan berebut tiket 16 besar melawan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Kabar baik datang dari sektor ganda putra. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin diharapkan bisa kembali bertanding setelah mundur dari Denmark Open 2026 karena Daniel mengalami cedera di area siku. Juara Asian Games 2026 tersebut dijadwalkan menghadapi pasangan Taiwan, Lee Fang Chih/Lee Fang Jen, pada babak pertama.
Modal kepercayaan diri juga dibawa Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang baru saja menjuarai Denmark Open 2026. Gelar tersebut menjadi bekal berharga bagi ganda putra Indonesia untuk kembali bersaing pada level tertinggi di Paris. Jonatan sendiri tercatat sebagai wakil Indonesia terakhir yang menjuarai French Open, yakni pada 2023.
Bagi Ubed, French Open 2026 menjadi penampilan keduanya pada turnamen level Super 750 setelah Denmark Open 2026. Pada debutnya pekan lalu, langkah Ubed terhenti pada babak pertama. Kini, ia mendapat kesempatan menguji diri melawan seniornya sendiri pada panggung yang lebih besar.
Dengan jadwal padat tur Eropa yang berlanjut ke HYLO Open di Jerman pekan berikutnya, menjaga kondisi fisik menjadi kunci bagi seluruh wakil Indonesia. Publik Tanah Air tentu berharap para pebulu tangkis Merah Putih mampu melangkah jauh dan mengulang prestasi terbaik di Paris.
Sumber: BolaSport, Juara.net, Tirto.id.