Suarapantura.com - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Nusa Tenggara Barat meminta pemerintah segera memperpanjang kontrak penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Dorongan itu disampaikan Ketua PHRI NTB Ketut Wolini di tengah belum adanya kepastian resmi mengenai kelanjutan kerja sama Indonesia dengan Dorna Sports.
Wolini menilai keberlanjutan ajang balap motor dunia tersebut penting untuk menjaga pergerakan ekonomi daerah, terutama sektor pariwisata, perhotelan, restoran, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menyebut dampak penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026, yang berlangsung pada 9-11 Oktober lalu, tidak hanya terasa selama tiga hari pelaksanaan balapan.
Menurutnya, kehadiran pembalap, kru, wisatawan, dan tamu dari berbagai daerah ikut menggerakkan ekonomi sebelum dan sesudah balapan berlangsung. "Efeknya sangat bagus terhadap ekonomi kita. Semua sektor usaha bergerak," ujarnya seperti dikutip Suara NTB.
Wolini mencontohkan, aktivitas hotel dan restoran menjadi penggerak utama yang berdampak langsung ke sektor usaha lain. Meningkatnya kunjungan wisatawan mendorong kebutuhan penginapan, makanan, dan berbagai layanan pendukung pariwisata. Permintaan itu ikut menggerakkan pemasok bahan pangan, mulai dari buah-buahan hingga daging, serta para pelaku UMKM yang memasok kebutuhan hotel dan restoran.
Ia mengungkapkan, tingkat hunian kamar hotel selama penyelenggaraan MotoGP 2026 mencapai rata-rata sekitar 95 persen di NTB. Hotel-hotel di Lombok Tengah, khususnya kawasan sekitar sirkuit, bahkan mencatat okupansi mendekati 100 persen. Sejumlah hotel di Kota Mataram yang pada awalnya mencatat hunian relatif rendah juga mengalami lonjakan pemesanan menjelang hari pelaksanaan.
Selain itu, Wolini menyebut wisatawan yang datang menonton MotoGP umumnya tidak hanya bertahan selama balapan. Sejumlah tamu melanjutkan perjalanan ke destinasi wisata lain di Lombok, seperti kawasan Gili dan Sembalun, sehingga manfaat pariwisata dari ajang tersebut semakin meluas.
Kontrak tahap pertama kerja sama Indonesia dengan Dorna Sports disebut akan berakhir tahun ini. Deputy CEO Dorna Sports Carlos Ezpeleta dalam konferensi pers di Sirkuit Mandalika pada 9 Oktober 2026 menyampaikan bahwa kesepakatan menggunakan skema lima tahun ditambah opsi lima tahun berikutnya, dengan rencana bertahan di Indonesia setidaknya hingga 2031.
Meski demikian, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan keputusan perpanjangan kontrak masih menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah tetap mendukung keberlanjutan ajang tersebut karena dinilai memberikan manfaat bagi Indonesia, khususnya masyarakat Lombok dan NTB.
Indonesia mulai menjadi tuan rumah MotoGP pada 2022. Dengan rampungnya balapan tahun ini, Mandalika telah menggelar ajang tersebut selama lima musim berturut-turut. Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 mencatat rekor jumlah penonton, yakni 157.875 orang selama tiga hari, melampaui capaian 2025 yang berjumlah 140.324 penonton.
Di sisi lain, MotoGP telah merilis kalender resmi musim 2027 yang kembali mencantumkan Indonesia sebagai tuan rumah. Balapan di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika dijadwalkan berlangsung pada 29-31 Oktober 2027. Namun hingga kini belum ada pengumuman resmi dari pemerintah mengenai penandatanganan kontrak baru.
Sumber: Suara NTB, RCTI+, Kemenpora.